Berita Gianyar
Penyu Langka Terdampar di Irigasi di Blahbatuh Gianyar Bali
Respon cepat ditunjukkan jajaran Polsek Blahbatuh bersama Sat Polairud Polres Gianyar, Bali setelah menerima laporan masyarakat.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Respon cepat ditunjukkan jajaran Polsek Blahbatuh bersama Sat Polairud Polres Gianyar, Bali setelah menerima laporan masyarakat terkait penemuan seekor penyu jenis Lekang di aliran irigasi Subak Umadewa, Jalan Kurusetra, Banjar Gelgel, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali pada Senin 15 Juni 2026.
Penanganan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian satwa dilindungi, sekaligus memastikan keselamatan penyu yang ditemukan mendapatkan tempat yang sesuai dengan habitat alaminya.
Penyu tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama I Wayan Eka sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu, ia melihat seekor penyu berada di dalam telabah atau saluran irigasi ketika hendak mandi.
Karena menyadari keberadaan satwa tersebut tidak biasa ditemukan di lokasi itu, Eka kemudian melaporkan temuannya pada Bendesa Adat Keramas, I Ketut Puja Waisnawa.
Laporan tersebut selanjutnya diteruskan pada pihak Polsek Blahbatuh untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Mendapat informasi tersebut, personel piket fungsi Polsek Blahbatuh yang dipimpin Pawas Ipda I Nyoman Balik Suparta bersama personel Sat Polairud Polres Gianyar di bawah pimpinan Kasat Polairud AKP I Gede Budarasa langsung mendatangi lokasi penemuan.
Baca juga: Ditinggal Kerja Jadi Pengayah, Rumah Lansia di Desa Kayuputih Buleleng Bali Ludes Kebakaran
Setelah melakukan pengecekan, petugas kemudian mengamankan dan mengevakuasi penyu jenis Lekang tersebut. Satwa itu selanjutnya dibawa ke Penangkaran Penyu Saba Asri di Banjar Saba, Desa Saba, untuk mendapatkan perawatan serta penanganan lebih lanjut dari relawan konservasi.
Selain proses evakuasi, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Dari informasi sementara, tidak ditemukan adanya warga yang memelihara penyu tersebut, sehingga diduga satwa itu berasal dari luar wilayah setempat.
Saat ini penanganan lanjutan dilakukan oleh Sat Polairud Polres Gianyar dengan berkoordinasi bersama BKSDA Provinsi Bali dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memastikan kondisi kesehatan penyu serta menentukan langkah konservasi berikutnya.
Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, menyampaikan apresiasi pada masyarakat yang cepat melaporkan penemuan satwa tersebut.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan penemuan penyu tersebut. Respon cepat yang dilakukan merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan satwa liar. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan satwa yang dilindungi sehingga dapat ditangani dengan tepat dan aman,” ujar Kapolsek Blahbatuh.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Gianyar-Bali-Senin-15-Juni-2026.jpg)