Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ucapan Hari Raya

Sloka yang Berkaitan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Kitab Suci Hindu

Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan momen suci yang sarat makna spiritual, yaitu perayaan kemenangan Dharma

Tayang:
Tribun Bali/Generated AI
Ilustrasi - Sloka yang Berkaitan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Kitab Suci Hindu 

TRIBUN-BALI.COM - Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan momen suci yang sarat makna spiritual, yaitu perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (ketidakbenaran).

Dalam ajaran Hindu, kemenangan ini bukan hanya terjadi di luar diri manusia, tetapi juga di dalam diri setiap insan—antara sifat baik dan buruk, antara kebijaksanaan dan nafsu, antara ketenangan dan ego.

Kitab suci Hindu mengajarkan bahwa hidup manusia adalah medan perjuangan untuk menegakkan Dharma. Seperti yang dijelaskan dalam Bhagavad Gita:

Baca juga: 8 Hari Lagi Galungan, Simak Jadwal Rerahinan Hindu Bulan Juni 2026 Sesuai Kalender Bali

“Yada yada hi dharmasya glanir bhavati bharata,
Abhyutthanam adharmasya tadatmanam srijamyaham.”
(Bhagavad Gita 4.7)
Artinya: Ketika Dharma merosot dan Adharma meningkat, maka Tuhan akan hadir untuk menegakkan kebenaran.

Sloka ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki peran dalam menegakkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam upacara keagamaan tetapi juga dalam pikiran, perkataan, dan tindakan.

Selanjutnya, dalam Manawa Dharmasastra disebutkan:

Baca juga: Sehari Sebelum Galungan, Begini Makna Hari Penampahan Besok 16 Juni 2025

“Dharmo rakshati rakshitah.”
Artinya: Dharma akan melindungi mereka yang melindunginya.

Makna dari sloka ini sangat dalam, bahwa ketika kita menjaga kebenaran, maka kebenaran itu pula yang akan menjaga kehidupan kita. Inilah inti dari perayaan Galungan—kesadaran untuk selalu berada di jalan Dharma.

Dalam Bhagavad Gita juga dijelaskan:

“Karmanye vadhikaraste ma phaleshu kadachana.”
(Bhagavad Gita 2.47)
Artinya: Kita berhak atas tindakan kita, tetapi tidak atas hasilnya.

Sloka ini mengajarkan keikhlasan dalam menjalankan kewajiban, tanpa terikat pada hasil. Dalam konteks Galungan dan Kuningan, umat diingatkan untuk menjalankan Dharma dengan tulus, tanpa pamrih, serta menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

Lebih jauh lagi, dalam ajaran Hindu disebutkan:

“Man eva manushyanam karanam bandha mokshayoh.”
(Upanishad)
Artinya: Pikiranlah yang menyebabkan seseorang terikat atau terbebas.

Hal ini menegaskan bahwa kemenangan Dharma sejatinya dimulai dari pikiran yang suci. Jika pikiran bersih, maka perkataan dan perbuatan pun akan mengikuti kebenaran.

Pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu memohon tuntunan dan perlindungan spiritual agar tetap berada dalam jalan Dharma, serta selalu bersyukur atas anugerah kehidupan. (*)

 

 

Artikel lainnya di Kumpulan Ucapan Hari Raya

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved