Longsor di Bali
Korban Tanah Longsor di Kintamani Ditemukan Meninggal, Tertimbun Material 100 Meter
Proses evakuasi korban tanah longsor di Tukad Banyang, Banjar/Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, telah selesai, Sabtu, 14 Februari 2026.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Proses evakuasi korban tanah longsor di Tukad Banyang, Banjar/Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, telah selesai, Sabtu, 14 Februari 2026.
Korban, I Wayan Buda (53), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor setinggi kurang lebih 100 meter.
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan TNI-POLRI, Basarnas, BPBD Kab. Bangli, Dinas PUPR Perkim Bangli, dan masyarakat setempat, dipimpin oleh Kapolres Bangli AKBP James I. S. Rajagukguk. Proses evakuasi dimulai pukul 09.00 Wita dan selesai pukul 17.00 Wita.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya seizin Kapolres membenarkan hal tersebut. Kata dia, pencarian terhadap korban dilakukan bersama sekitar 200 orang.
Baca juga: Korban Longsor di Suter Bangli Bali Ditemukan, Nyoman Buda Tertimbun di Sekitar Pondok Darurat
Kegiatan dimulai pukul 09.00 Wita, dengan diawali apel kesiapan proses evakuasi. Setelah itu proses evakuasi dilaksanakan oleh tim K-9 Dit Samapta Polda Bali dengan menggunakan dua ekor anjing yang dipimpin oleh Aipda Cokorda Alit Darmawan.
Pelibatan anjing tersebut dilakukan untuk memudahkan mencari titik korban tertimbun. Pencarian ini pun dibantu oleh tim gabungan dan masyarakat yang tergerak untuk membantu keluarga korban.
Setelah pencarian yang relatif lama, akhirnya sekitar pukul 14.50 Wita, dugaan titik korban tertimbun longsor pun diketahui.
Baca juga: Jelang Musrov, Klungkung Dukung Giri Prasta Nahkodai KONI Bali 2026-2030
Lantaran material longsor sulit digali menggunakan alat manual, sehingga pencarian pun dilakukan menggunakan ekskavator yang didatangkan Dinas PUPR Perkim Bangli.
"Korban akhirnya bisa dievaluasi pukul 17.00 Wita, korban ditemukan dalam keadaan meninggal karena tertimbun tanah longsor setinggi kurang lebih 100 meter.
Terkait dengan kejadian tersebut pihak keluarga menerima sebagai musibah dan untuk pemakaman masih menunggu rapat keluarga serta menunggu hari baik," ujar Ratwijaya. (*)