Berita Bangli
Lurah Kawan Bangli Bali Bersiap Sidak Duktang, Antisipasi Masalah Di Kemudian Hari
setiap duktang yang datang di Bangli Bali, wajib membawa identitas diri serta memiliki tujuan jelas.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Lurah Kawan, Kecamatan/Kabupaten Bangli, Bali, I Nengah Budiarsa menyebut bahwa setiap selesai hari raya besar, khususnya Idul Fitri, wilayahnya akan banyak didatangi penduduk pendatang untuk mencari pekerjaan.
Hal itu dikarenakan wilayahnya berada di jantung Kota Bangli, Bali.
"Untuk duktang, dari dulu, setelah selesai acara besar di Indonesia, khususnya Idul Fitri, kalau untuk di Kabupaten Bangli, karena kami Kelurahan Kawan terletak di jantung kota, banyak saudara kita dari luar Bali yang datang dan tinggal di sini untuk mencari pekerjaan," ujar Budiarsa, Jumat 27 Maret 2026.
Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak melarang siapapun untuk mengadu nasib ke wilayahnya. Terlebih lagi mereka bagian dari NKRI.
Baca juga: Satpol PP Bali Siapkan Patroli Dengan Lintas Instansi Data Duktang Jelang Idul Fitri
Namun, pihaknya meminta agar setiap duktang yang datang, wajib membawa identitas diri serta memiliki tujuan jelas. Hal tersebut untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.
"Tetap kami laksanakan pendataan. Dalam pendataan, kita biasanya bersama Kepling, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dan perangkat lainnya. Kita juga biasanya bersinergi dengan Kelurahan Bebalang, karena di sana juga ada duktang. Maka dari itu kita sama-sama akan mengecek," ujarnya.
Budiarsa mengatakan, jika duktang yang tinggal di wilayahnya tak membawa identitas diri, pihaknya tidak serta merta akan memulangkan.
"Kalau administrasi lengkap, membawa KTP dan sebagainya, kami tidak akan permasalahkan. Kalau tidak ada identitas, harus ada yang menjamin, mungkin saudaranya atau pihak pemberi kerja," ujarnya.
Budiarsa mengatakan hal ini harus dilakukan, untuk menghindari hal yang tak diinginkan.
"Ini kita lakukan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, seperti yang mungkin sudah terjadi di tempat lain. Astungkara, selama ini dari tahun ke tahun, semuanya berjalan baik," ungkapnya.
Dijelaskan bahwa selama ini, duktang yang tinggal di wilayahnya, mayoritas sebagai buruh proyek.
"Mayoritas ke sini, ada buruh yang diajak oleh pemborong biasanya lokal Bali. Itulah, pendataan sangat penting, agar jika terjadi sesuatu pada yang bersangkutan, kita bisa tindak lanjuti," ujarnya.
"Selama ini, tidak ada duktang yang dikembalikan. Sebab selama ini, yang tak memiliki identitas lengkap, sudah ada pihak penanggung jawab," imbuhnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sidak-Petugas-Kelurahan-Kawan-Bangli-saat-menggelar-sidak-duktang-tahun-lalu.jpg)