Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bencana Alam di Bali

TIM Tangguh Bencana, BPBD Buleleng Bersiap Hadapi Dampak Hidrometeorologi, Desember Target Eksekusi!

Potensi kebencanaan berkaitan dengan dampak hidrometeorologi ini tersebar di sembilan kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury/Muhammad Fredey Mercury
BERI KETERANGAN - Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa. BPBD Buleleng segera membentuk tim kecamatan tangguh bencana untuk menghadapi dampak bencana hidrometeorologi. 

TRIBUN-BALI.COM  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng akan membentuk tim kecamatan tangguh bencana, untuk penanganan dampak bencana hidrometeorologi. Hal ini terungkap dalam rapat kesiapsiagaan bencana, Rabu (26/11). 

Kepada awak media, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, rapat kesiapsiagaan bencana ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait. Seperti TNI, Polri, Basarnas, PLN, termasuk Forkom Perbekel dan Camat se-Kabupaten Buleleng

"Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi cuaca ekstrem akan berlangsung mulai dari pertengahan Desember 2025 hingga bulan Januari 2026. Karenanya kita perlu merapatkan barisan, menyamakan langkah, sebagai langkah antisipasi dan kesiapan menghadapi bencana," jelasnya. 

Baca juga: LELANG Jabatan, Pemkab Klungkung Rotasi Pejabat Eselon II, Jabatan Kadis Pariwisata Dikosongkan!

Baca juga: KURANG 1.067 Guru di Karangasem, Disdikpora Ungkap Setiap Tahun Ratusan Pengajar Pensiun!

Lanjut Suyasa, ada tiga poin hasil dari rapat tersebut. Pertama, membentuk tim kecamatan tangguh bencana. Tim ini tugasnya mirip seperti Tim Reaksi Cepat (TRC), yakni penanggulangan bencana di desa-desa. 

"Tim ini kami harapkan bisa melakukan identifikasi potensi kebencanaan. Selain juga mampu berkoordinasi stakeholder yang ada di bawah. Baik itu dengan Polsek, Koramil, puskesmas termasuk bisa mengakomodir relawan-relawan yang ada di desa," ucap Suyasa. 

Poin kedua yakni melakukan penyegaran kembali TRC lintas sektor, mulai dari yang ada di OPD hingga instansi diluar Pemda. Menurutnya, penyegaran kembali dikarenakan beberapa pejabat maupun petugas sebelumnya mungkin ada yang telah pensiun ataupun pindah tugas. "Ini kita segarkan kembali. Petugas yang nantinya tercantum di SK, kami harap bisa dihubungi sewaktu-waktu," ujarnya. 

Menurut mantan Camat Tejakula ini, pembentukan tim kecamatan tangguh bencana maupun penyegaran TRC lintas sektor ini, mengantisipasi minimnya jumlah petugas TRC BPBD Buleleng. Suyasa menyebut jumlah TRC BPBD hanya sebanyak 19 orang, yang dibagi menjadi tiga regu. 

"Kalau idealnya, jumlah petugas TRC ada 40 orang. Dengan banyaknya TRC dan koordinasi, maka penanggulanan bencana di desa-desa bisa dengan cepat ditangani," katanya. 

Sedangkan poin ketiga yakni pembentukan posko kesiapsiagaan terpadu. Mengenai hal ini, pihaknya masih meminta petunjuk dari Sekda Buleleng selaku kepala BPBD terkait lokasi posko yang akan dibangun. 

"Semua peserta yang hadir sudah siap mendukung, mensupport, untuk menghadirkan orang-orang yang akan ikut standby di posko terpadu. Mudah-mudahan Desember sudah bisa kita eksekusi," imbuhnya. 

Lebih lanjut dikatakan, potensi kebencanaan berkaitan dengan dampak hidrometeorologi ini tersebar di sembilan kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng

Sedangkan berdasarkan data BPBD Buleleng, terhitung sejak Januari hingga Oktober 2025, tercatat ada 280 kejadian. Jenis bencana yang paling mendominasi yakni tanah longsor sebanyak 105 kejadian, cuaca ekstrem seperti pohon tumbang 53 kejadian, dan banjir 16 kejadian. 

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila terjadi bencana, agar tetap berkoordinasi dengan pihak desa. Sehingga bisa segera dilaporkan ke kecamatan dan BPBD, untuk segera mendapat penanganan. 

"Mohon masyarakat selalu waspada dan hati-hati, karena bencana bisa terjadi kapan saja, bisa terjadi di mana saja, dan dapat melanda siapa saja. Untuk itu yang terpenting bagi kita adalah mari kita melakukan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Contoh mitigasi bencana, kalau ada sampah yang menyumbat agar dibersihkan. Demikian pula apabila ada dahan pohon yang terlalu rindang, bisa dipotong," tandasnya. (mer)

Pekerja proyek saat mengikuti simulasi tanggap darurat
Pekerja proyek saat mengikuti simulasi tanggap darurat, sebagai kesiapsiagaan terhadap potensi bencana seperti banjir dan gempa bumi di proyek rehabilitasi Bendung Tlepus, Banjar/Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Selasa 25 Nopember 2025.

Simulasi Tanggap Bencana

Sementara sejumlah pekerja proyek pada rehabilitasi Bendung Tlepus di Banjar/Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dikumpulkan petugas, Selasa (25/11). Adalah sosialisasi dan simulasi tanggap darurat agar kesiapsiagaan pekerja proyek semakin meningkat terhadap potensi bencana. Terlebih lagi, pekan lalu ada dua orang pekerja yang hanyut terseret arus sungai DAS Bilukpoh atau tempatnya bekerja saat mandi di sungai. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved