Tribun Bali Award
Program Seragam Gratis Sutjidra-Supriatna Diharapkan Tekan Angka Putus Sekolah di Buleleng Bali
Program ini menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali melanjutkan program seragam sekolah gratis bagi ribuan siswa kurang mampu pada tahun ajaran 2026.
Program yang menjadi salah satu prioritas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna itu diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menekan angka putus sekolah di Buleleng, Bali.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra memastikan program seragam gratis tetap berlanjut dan ditargetkan mulai diterima siswa pada Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru.
"Ya tetap lanjut. Kita berharap di Juli ini anak-anak sudah menerima," ujar Sutjidra.
Baca juga: Penataan Titik 0 Singaraja, Wajah Baru Kota Heritage Bali Utara
Ia menyebut jumlah penerima program seragam gratis tahun ini mencapai lebih dari 5.600 siswa.
Jumlah tersebut mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Program ini menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh anak di Buleleng, Bali, tetap dapat mengakses pendidikan dengan layak tanpa terkendala perlengkapan sekolah.
Sutjidra mengatakan program seragam gratis bukan hanya sekadar bantuan pakaian sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan semangat belajar anak-anak.
"Kita akan berusaha meminimalkan angka dropout. Paling tidak anak-anak yang malu ke sekolah karena tidak mempunyai pakaian seragam, malu ke sekolah karena tidak punya tas, dan malu ke sekolah karena tidak punya sepatu, itu kita bisa tangani," tegasnya.
Menurutnya, dengan bantuan tersebut diharapkan anak-anak menjadi lebih percaya diri dan semakin semangat datang ke sekolah.
"Paling tidak dengan pemberian seragam ini, mereka lebih bersemangat untuk datang ke sekolah," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan Buleleng saat ini terus memperkuat pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun.
Ia menjelaskan, angka partisipasi sekolah di Kabupaten Buleleng terus menunjukkan peningkatan.
Pada jenjang PAUD, angka partisipasi kini mencapai 60 persen, meningkat dari sebelumnya sekitar 40 persen.
Kemudian pada jenjang SD angka partisipasi sekolah mencapai 99 persen, SMP sebesar 96 persen, dan SMA/SMK sekitar 86 persen.
"Ini tantangan kita nantinya bagaimana mencegah anak-anak Buleleng tetap mendapatkan hak pendidikannya sampai dengan 13 tahun," ujar Gus Surya.
Melalui program seragam gratis tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap semakin banyak anak-anak merasa nyaman dan senang berada di sekolah, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di Bumi Panji Sakti. (mer)
Kumpulan Artikel Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Program-Seragam-Gratis-Sutjidra-Supriatna-Diharapkan-Tekan-Angka-Putus-Sekolah-di-Buleleng-Bali.jpg)