Berita Buleleng
Dua Mantan Direksi Ikut Berebut Kursi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng
Persaingan memperebutkan kursi direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng kian sengit.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Persaingan memperebutkan kursi direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng kian sengit.
Selain diminati banyak pelamar, dua mantan direksi perusahaan daerah tersebut ikut kembali bertarung dalam seleksi.
Mereka adalah mantan Direktur Utama I Putu Suardhana dan mantan Direktur Keuangan Mega Esti Roh Ani. Keduanya akan bersaing dengan 20 pelamar lain untuk memperebutkan tiga kursi direksi.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan tingginya jumlah pelamar menunjukkan banyak sumber daya manusia di Buleleng memiliki kemampuan dan kepedulian untuk ikut membangun daerah melalui perusahaan daerah.
Baca juga: Diduga Kurang Konsentrasi, Kecelakaan Terjadi di Buleleng Bali, Sumantri Meninggal
Menurutnya, proses seleksi direksi dilakukan secara terbuka dan ketat dengan melibatkan tim seleksi dari unsur akademisi maupun praktisi profesional.
Tim seleksi tersebut berasal dari Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta kalangan profesional.
"Saya optimistis karena banyak yang ingin ngayah di Buleleng. Ini menunjukkan SDM kita memiliki kemampuan dan kepedulian untuk membangun daerah," ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Sutjidra menjelaskan, para pelamar nantinya akan menjalani sejumlah tahapan seleksi. Seleksi diawali dengan pengumuman administrasi, kemudian dilanjutkan dengan tes Computer Assisted Test (CAT) bekerja sama dengan BKPSDM Provinsi Bali menggunakan sistem komputerisasi.
Baca juga: Modus Penipuan Baru, Minta Uang ke Ketua DPRD Buleleng dengan Catut Nama dan Foto Kapolres
Selain mengikuti tes CAT, peserta yang lolos administrasi juga diwajibkan menyusun makalah sebagai bagian dari penilaian kompetensi.
"Nanti ada uji kompetensi lewat komputer. Karena kita tidak punya perangkat untuk itu, pelaksanaannya bekerja sama dengan BKPSDM Provinsi Bali," jelasnya.
Setelah itu, peserta akan mengikuti tahapan wawancara bersama tim uji kelayakan dan kepatutan (UKK) sebelum menjalani wawancara akhir dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Bupati Buleleng.
Baca juga: Kejari Buleleng Musnahkan Barang Bukti 71 Perkara, Kasus Narkotika Masih Mendominasi
Sutjidra berharap seleksi tersebut mampu melahirkan direksi profesional yang dapat membawa Perumda Pasar Argha Nayottama semakin maju, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
"Kita lakukan ini secara ketat dan transparan agar mampu melahirkan direksi profesional yang dapat membawa Perumda Pasar Argha Nayottama semakin maju dan berdaya saing," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, tiga jajaran direksi Perumda Pasar Argha Nayottama resmi dicopot per tanggal 16 April 2026, sebelum berakhir masa jabatan pada 2028.
Masalah utama pencopotan ketiga direksi itu adalah ketidakharmonisan (disharmoni) antar direksi yang berdampak luas terhadap kinerja perusahaan.
Bupati Sutjidra juga menegaskan direksi lama masih memiliki peluang untuk kembali mendaftar, selama tidak terbentur aturan dan syarat administrasi. Sebab mantan direksi diberhentikan bukan karena pailit atau syarat yang menggugurkan secara administrasi. (*)
Berita lainnya di Pemkab Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Buleleng-I-Nyoman-Sutjidra-Ia-mengatakan-total-ada-22-pelamar-direksi.jpg)