Berita Buleleng
SPMB 2026 di Buleleng Terapkan Seleksi Dua Tahap, Jalur Prestasi SMP Dapat Kuota 25 Persen
SPMB 2026 di Buleleng Terapkan Seleksi Dua Tahap, Jalur Prestasi SMP Dapat Kuota 25 Persen
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menghadirkan sejumlah perubahan dalam mekanisme penerimaan peserta didik baru. Salah satu yang menonjol adalah penerapan seleksi dua tahap serta pemberian kuota 25 persen bagi jalur prestasi pada jenjang SMP.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan seluruh mekanisme penerimaan peserta didik baru telah disusun. Mengacu pada regulasi nasional dan dituangkan dalam petunjuk teknis daerah yang disesuaikan dengan kondisi wilayah Buleleng.
Menurutnya, jalur prestasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong lahirnya generasi unggul. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengakomodasi prestasi akademik, tetapi juga berbagai pencapaian non-akademik.
Baca juga: Denpasar Tak Aman? Komplotan Begal Beraksi di Renon, Korban Dianiaya Secara Brutal
"Anak-anak yang memiliki kemampuan dan prestasi harus diberikan ruang untuk berkembang. Karena itu berbagai bentuk prestasi kami akomodasi dalam sistem penerimaan tahun ini," ujarnya dalam dialog interaktif terkait SPMB 2026 di Wantilan Desa Adat Buleleng, Selasa (9/6/2026).
Pada jenjang SMP, kuota penerimaan siswa ditetapkan sebesar 40 persen melalui jalur domisili, 20 persen jalur afirmasi, maksimal 5 persen jalur mutasi, dan 25 persen jalur prestasi. Selain itu, terdapat sisa kuota sebesar 10 persen yang dapat disesuaikan oleh masing-masing sekolah berdasarkan kebutuhan dan karakteristik wilayah setempat.
Baca juga: PUTUS ASA Tak Mampu Bayar Utang, Nyoman Wirna Nekat Lakukan ini di Tejakula Buleleng
Surya Bharata menjelaskan, penilaian pada jalur prestasi dibedakan menjadi prestasi akademik dan nonakademik. Prestasi akademik meliputi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), nilai rapor, maupun capaian akademik lainnya. Sementara prestasi nonakademik mencakup bidang olahraga, seni budaya Bali, seni budaya non-Bali, hingga kepemimpinan.
Ia menambahkan, pelaksanaan SPMB tahun ini juga dimulai lebih awal sejak 2 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat dalam proses pendaftaran sekaligus mengantisipasi berbagai kendala, termasuk rangkaian hari raya keagamaan.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Disdikpora Provinsi Bali, I Komang Agus Kariasa, mengatakan SPMB 2026 menerapkan pola seleksi dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi, sedangkan tahap kedua difokuskan pada jalur domisili.
Menurutnya, skema tersebut memberi kesempatan lebih luas kepada siswa untuk bersaing melalui kemampuan dan prestasi yang dimiliki sebelum mengikuti seleksi berdasarkan domisili.
"Tahun ini anak-anak diberikan peluang untuk menunjukkan potensi terbaiknya terlebih dahulu. Mereka dapat memilih jalur sesuai kemampuan yang dimiliki, baik melalui TKA, prestasi akademik, olahraga, seni budaya maupun kepemimpinan," kata Agus Kariasa.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menghadirkan jalur Kerama Adat yang menjadi bagian dari jalur domisili. Kebijakan tersebut disebut sebagai upaya memperkuat nilai-nilai lokal sekaligus mendukung pembangunan pendidikan yang berakar pada budaya dan kearifan lokal Bali.
Seluruh proses SPMB 2026 dilakukan secara daring dan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat. Pemerintah berharap berbagai pembaruan dalam sistem penerimaan siswa baru tahun ini mampu memberikan kesempatan yang lebih setara bagi peserta didik untuk mengakses pendidikan sesuai kemampuan dan potensinya. (mer)
| Meski Siapkan 8.484 Kursi, Kampus Undiksha Hanya Targetkan 6.000 Mahasiswa Baru |
|
|---|
| PUTUS ASA Tak Mampu Bayar Utang, Nyoman Wirna Nekat Lakukan ini di Tejakula Buleleng |
|
|---|
| Setahun Edarkan Uang Palsu, MGRR Raup Untung dari Warung-warung Kecil, Terancam 15 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pria di Buleleng Jual Gas LPG Oplosan Rp170 Ribu per Tabung, Untung Rp80 Ribu per Tabung |
|
|---|
| APAR di Fasilitas Publik Buleleng Banyak Tak Terawat, Damkar Sebut Fungsinya Dianggap Formalitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ILUSTRASI-SEKOLAH-10-SMP-Terbaik-di-Bali-Berdasarkan-Nilai-UN-Bisa-Jadi-Refrensi-SPMB-2025.jpg)