Berita Denpasar
Bukan Terminal LNG, Pembangunan Jalan Di Pesisir Sidakarya Bali Murni Untuk Akses Melasti
Dengan jalan baru ini, warga kini memiliki akses langsung ke pantai wilayah yang diperuntukkan untuk ritual upacara.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Simpang siur mengenai aktivitas alat berat di kawasan pesisir Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali, akhirnya terjawab.
Otoritas terkait dan tokoh adat setempat dengan menepis kabar burung yang mengaitkan pembangunan tersebut dengan megaproyek Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) maupun investasi asing.
Faktanya, infrastruktur sepanjang 800 meter tersebut merupakan Jalan Inspeksi dan Akses Melasti yang telah lama dinanti oleh warga Desa Adat Sidakarya agar bisa melaksanakan ritual keagamaan secara mandiri.
Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, mengklarifikasi spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: KOK Belum Dibongkar? Puluhan Usaha Bodong di Pantai Balangan dan Melasti, Adi Arnawa Sebut Alasannya
Ia menegaskan tidak ada kaitan antara pembangunan jalan tersebut dengan kepentingan komersial energi.
"Itu tidak benar, peruntukannya sangat berbeda. tidak ada kaitannya (dengan LNG). Baik dari segi lokasi maupun peruntukan awal, ini murni fasilitas religi dan normalisasi sungai," ujar Agus kepada Tribun Bali, pada Selasa 20 Januari 2026.
Pernyataan senada datang dari Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka.
Ia juga menepis adanya isu liar yang menyebut proyek ini ditunggangi oleh investasi perusahaan Rusia.
"Seluruh pembangunan ini adalah murni aspirasi untuk kepentingan masyarakat adat, bukan pihak asing atau kepentingan lain," ujar Suka.
Untuk diketahui bahwa selama ini, warga Sidakarya harus menumpang ke Pantai Mertasari untuk upacara Melasti.
Dengan jalan baru ini, warga kini memiliki akses langsung ke pantai wilayah yang diperuntukkan untuk ritual upacara.
Selain itu, proyek ini mencakup normalisasi Sungai Tukad Ngenjung untuk mengantisipasi banjir yang mana pembangunan ini mengantongi izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023 dan didanai oleh APBD Pemerintah Kota Denpasar 2025, bukan modal swasta/asing.
Saat ini, pembangunan fisik jalan dengan lebar 6 meter tersebut telah rampung 100 persen.
Warga kini tengah bersiap melakukan upacara Pemelaspasan (penyucian bangunan) yang dijadwalkan pada Februari mendatang.
"Target kami Februari sudah diplaspas. Jadi krama Desa Adat Sidakarya dapat melaksanakan ritual Melasti jelang Nyepi bulan Maret nanti di wilayah sendiri," pungkas Ketut Suka. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bukan-Terminal-LNG-Pembangunan-Jalan-Di-Pesisir-Sidakarya-Bali-Murni-Untuk-Akses-Melasti.jpg)