Berita Denpasar
Bukan Fenomena Alam, Tanah Keluarkan Api di Jalan Badak Agung Bali Ternyata Prank, Bakar Semut
Komang Artana (44), salah satu pekerja di lokasi, membeberkan fakta sebenarnya di balik rekaman tersebut kepada polisi.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Misteri mengenai tanah yang disebut-sebut mengeluarkan api secara ajaib di Jalan Badak Agung Utara, Denpasar, Bali, akhirnya terungkap.
Setelah sempat viral dan memicu keresahan warga, pihak kepolisian memastikan bahwa fenomena tersebut hanyalah hasil candaan para pekerja proyek di lokasi tersebut.
Kepastian ini didapat setelah Bhabinkamtibmas Desa Sumerta Kelod Aiptu Kadek Rudi Martana bersama Babinsa Serda I Wayan Muliastra, turun langsung melakukan klarifikasi di Jalan Badak Agung Utara No. 10 pada Senin 30 Maret 2026.
Petugas menemui para pekerja guna memverifikasi kebenaran video yang beredar luas di media sosial.
Baca juga: KELAHI Sejumlah Pemuda Depan Toko Modern di Dalung Viral di Media Sosial, Polsek Kuta Utara Selidiki
Komang Artana (44), salah satu pekerja di lokasi, membeberkan fakta sebenarnya di balik rekaman tersebut kepada polisi.
Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H menjelaskan bahwa api itu tidak muncul secara alami dari perut bumi, melainkan sengaja dipicu oleh aktivitas pekerja saat sedang menggali got.
"Awalnya area itu banyak semutnya sebelum digali. Untuk membasminya, pekerja menyiramkan pertalite lalu membakarnya," ungkapnya.
Setelah api disulut dan tanah mulai digali, sisa-sisa bahan bakar yang masih menyala di dalam tanah menciptakan efek visual seolah-olah api keluar dari rekahan bumi.
Lanjutnya, momen itulah yang kemudian dijadikan bahan candaan oleh rekan-rekannya hingga akhirnya tersebar ke publik dengan narasi yang keliru.
"Setelah dibakar, tanah kemudian digali, dan oleh para pekerja dijadikan candaan seolah-olah tanah tersebut mengeluarkan api," bebernya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada kejadian mistis atau fenomena geologi yang aneh di lokasi proyek tersebut.
Menanggapi kegaduhan ini, Kapolsek Dentim menyayangkan penyebaran informasi yang tidak akurat tersebut.
Ia meminta masyarakat untuk lebih cerdas dan melakukan saring sebelum berbagi konten di media sosial.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya," kata dia.
"Diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi, khususnya yang berpotensi menimbulkan keresahan," pungkas Kompol Tomiyasa. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bukan-Fenomena-Alam-Tanah-Keluarkan-Api-di-Jalan-Badak-Agung-Bali-Ternyata-Prank-Bakar-Semut.jpg)