Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tribun Bali Award

Denpasar Go Digital Untuk UMKM Naik Kelas

Dewa Agung mengatakan, sektor UMKM adalah salah satu penopang produk domestik regional bruto (PDRB) baik nasional maupun daerah.

Tayang:
Istimewa
Launching aplikasi Denpasar Prama Sewaka (DPS) pada Senin 27 Februari 2023 lalu bertepatan HUT ke-235 Kota Denpasar. Aplikasi DPS, Wujudkan Kota Denpasar Bali Dalam Satu Genggaman 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemkot Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UMKM tancap gas untuk mendorong Usana Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi dan digitalisasi.

Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan UMKM yang naik kelas.

Saat ini, setidaknya ada sekitar 20 ribu UMKM di Denpasar yang telah memanfaatkan platform digital, baik marketplace maupun media sosial.

Hal ini menunjukkan bahwa UMKM tersebut telah sadar dengan manfaat digitalisasi.

Baca juga: KUR Disalurkan Rp4,272 T Hingga April 2026, BRI Regional Office Denpasar Dorong UMKM Makin Produktif

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, I Dewa Made Agung menuturkan, pihaknya kerap menggelar diklat, pelatihan, maupun workshop untuk mendorong UMKM melakukan transformasi ke digital.

Meski begitu, Diskop membebaskan mereka untuk memilih platform yang akan digunakannya.

"Tidak baku harus aplikasi apa. Tapi kami mendorong dan memberikan pemahaman pada mereka tentang manfaat dan cara memaksimalkan penggunaan platform digital ini," ungkapnya.

Dengan hal itu, pihaknya ingin menyejahterakan pelaku UMKM dan bisa naik kelas.

Baginya, memanfaatkan platform digital akan memberikan banyak kelebihan, misalkan saja bisa berjualan dari rumah.

Bahkan tempat jualan yang kurang strategis bisa diburu pelanggan karena melakukan promosi lewat platform digital.

"Kalau misalnya jualan offline, apalagi masuk ke dalam gang, yang beli kemungkinan yang di sekitar sana. Tapi dengan platform digital, promosi di media sosial, akan lebih banyak orang yang tahu, apalagi jika bisa viral. Yang hidden gem istilahnya bisa rame," katanya.

Menurutnya, naik kelas yang dimaksud yakni bisa melipatgandakan modal, keuntungan, sumber daya, serta pelanggan.

Sehingga akan dicapai kesejahteraan oleh pemilik UMKM tersebut.

Dewa Agung mengatakan, sektor UMKM adalah salah satu penopang produk domestik regional bruto (PDRB) baik nasional maupun daerah.

Sehingga keberadaan UMKM harus terus didorong sebagai pilar pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan untuk jumlah UMKM di Kota Denpasar saat ini mencapai 30 ribuan.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan UMKM itu bergerak dalam bidang makanan atau food.

"Kalau UMKM Denpasar yang paling mendominasi itu food atau makanan. Data terakhir kami saat Covid-19 dan menerima BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) sebanyak 30 ribuan," katanya.

Namun demikian, ia menyebut untuk UMKM mikro akan terus mengalami fluktuasi.

Di mana ada UMKM yang baru, dan ada juga yang sudah berhenti karena berbagai faktor.

Selain makanan, UMKM lain yang jumlahnya cukup banyak bergerak di bidang fashion, dan juga kopi.

Terhadap UMKM tersebut, Diskop Denpasar melakukan berbagai langkah pembinaan untuk peningkatan kualitas.

Pembinaan tersebut berupa workshop, diklat seperti diklat pemasaran, tentang kesehatan dan higienitas produk untuk bidang makanan.

Selain itu, juga ada workshop atau diklat membuat kemasan menarik dan juga memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran.

"Mereka ini kan semua sudah punya produk, kami memberikan workshop bagaimana agar kemasannya menarik dan lainnya," ungkapnya.

Dengan langkah ini, ia berharap UMKM tersebut tak hanya menjangkau pasar lokal, namun juga naik ke tingkat ekspor. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved