Nataru di Bali
Sambut Wisatawan, Gianyar Bali Bersolek, Bersihkan Baliho Di Jalanan
selain merusak estetika, tak sedikit juga baliho yang dipaku ataupun diikat di pepohonan, di mana hal ini menyalahi konservasi alam.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun kunjungan wisatawan di momen libur Natal dan Tahun Baru kali ini tidak begitu bergairah. Namun Pemkab Gianyar tetap menyambut wisatawan dengan semangat.
Memberikan kesan indah pada daerah, dengan melakukan penertiban baliho liar di sepanjang jalan.
Penertiban tersebut dilakukan oleh Dinas Satpol PP Gianyar sejak beberapa hari ini. Dan, per Jumat 26 Desember 2025, puluhan baliho telah diturunkan.
Baliho tersebut dinilai merusak wajah kota dan melanggar peraturan daerah (Perda).
Baca juga: Belasan Ribu Jemaat Ibadah Natal di Gereja Katedral Denpasar
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, operasi penertiban ini menyasar sejumlah titik vital di Kabupaten Gianyar, mulai dari kawasan Bypass Prof Ida Bagus Mantra, Bypass Dharma Giri, hingga kawasan Pantai Saba, Blahbatuh.
Kepala Dinas Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, I Putu Yudanegara saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
Kata dia, area tersebut merupakan jalur utama pariwisata yang menjadi atensi pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan estetika.
Dia menyayangkan, selain merusak estetika, tak sedikit juga baliho yang dipaku ataupun diikat di pepohonan, di mana hal ini menyalahi konservasi alam.
"Banyak banner dan baliho terpasang di pohon dengan cara dipaku, serta di tiang listrik. Ini jelas melanggar aturan dan langsung kami turunkan," tegas Yudanegara.
Dia pun mengurai beberapa poin utama pelanggaran yang ditemukan, yakni melanggar Perda Nomor 15 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Terdapat juga yang dipasang tanpa izin dan kedaluwarsa.
"Banyak media promosi yang tidak memiliki izin resmi atau masa berlakunya sudah habis. Terdapat juga pemasangan di atas trotoar mengganggu pejalan kaki dan merusak pohon perindang," tegasnya.
Dia menegaskan bahwa operasi ini memiliki tujuan dasar untuk menjaga keindahan lingkungan.
"Kita ingin betul-betul mewujudkan kota ini bersih, indah, dan asri. Terlebih Gianyar adalah destinasi wisata yang harus dijaga kualitas tampilannya," tegasnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sambut-Wisatawan-Gianyar-Bali-Bersolek-Bersihkan-Baliho-Di-Jalanan.jpg)