Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bencana Alam di Bali

Jalan Baru Diperbaiki Di Desa Taro Gianyar Bali Ambles, Diduga Akibat Kontur Tanah Labil

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. 

|

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kualitas infrastruktur kembali menjadi sorotan di Gianyar, Bali. Setelah kerusakan jalan baru di Simpang Empat Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud. Kini kerusakan pada jalan baru juga terjadi di jalan pedesaan yang menghubungkan Banjar Belong menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang.

Jalan yang baru selesai sekitar tiga bulan ini, ambrol pada beberapa titik.

Berdasarkan data dihimpun, Kamis 5 Maret 2026, badan jalan dilaporkan ambrol sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman mencapai sekitar 70 sentimeter. 

Kerusakan terjadi di dua titik berbeda, sehingga akses utama warga menuju Banjar Tebuana kini hanya bisa dilalui setengah badan jalan.

Baca juga: Alur Sungai di Jalan Kunti II Seminyak Bali Diduga Disempitkan, Satpol PP Panggil 5 Pemilik Lahan

Kondisi ini diduga terjadi akibat kontur tanah labil dan rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi. 

Hal ini pula menyebab selain ambrol, beberapa ruas jalan juga mulai retak.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas harian masyarakat, termasuk mobilitas ke lahan pertanian, sekolah, serta distribusi kebutuhan pokok.

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. 

Garis pembatas dipasang di area yang terdampak guna mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, mengatakan wilayahnya memang tergolong rawan longsor karena kondisi tanah yang labil, terlebih saat diguyur hujan deras dalam waktu cukup lama.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat cuaca buruk. Beberapa titik memang rawan, dan sekarang terjadi lagi ambrol di jalur Belong menuju Tebuana,” ujarnya.

Pihak desa berharap Dinas Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana dapat segera melakukan penanganan permanen, agar kerusakan tidak meluas dan mobilitas warga kembali lancar.

Meskipun kondisinya rusak, namun arus lalu lintas di jalur tersebut masih bisa dilalui secara bergantian dengan sistem buka-tutup sederhana. 

Namun untuk kendaraan roda empat dan kendaraan bermuatan berat, diharapkan lebih berhati-hati guna menghindari risiko ambles susulan.

"Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis lebih lanjut, termasuk kemungkinan penguatan struktur tanah dan drainase, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan," ujar Warka. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved