Idul Adha
Kliwon, Sapi Milik Peternak Muda Gianyar Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Ketekunan dan inovasi mengantarkan peternak muda asal Gianyar, I Kadek Astitiya (38), meraih kebanggaan besar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Ketekunan dan inovasi mengantarkan peternak muda asal Gianyar, I Kadek Astitiya (38), meraih kebanggaan besar.
Sapi Bali peliharaannya bernama “Kliwon” terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul adha 2026.
Sapi berbobot 608 kilogram itu dipelihara selama sekitar 3,5 tahun di kandang Silih Asih Farming, Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar.
Baca juga: SISTEM “Tarung Bebas” Dinilai Untungkan Pemodal Besar, Distanak Gianyar Ajak Jaga Kualitas Sapi
Selanjutnya, sapi tersebut diserahkan sebagai hewan kurban Provinsi Bali dan akan disalurkan ke Musholla An Najah, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.
Kadek mengaku sejak awal dirinya memang menyiapkan Kliwon sebagai sapi unggulan.
Baca juga: "Arjuna" Selalu Mandi Air Hangat, Sapi Bali Warga Jembrana Dibeli Presiden untuk Hewan Kurban
Dengan perawatan intensif dan pola pemeliharaan disiplin, Kliwon tumbuh sehat dengan postur ideal hingga akhirnya lolos seleksi ketat tim Dinas Peternakan Provinsi Bali.
“Dari awal memang kami siapkan yang terbaik. Kliwon punya postur bagus, sehat, dan pertumbuhannya paling optimal,” ujar Kadek, Minggu, 24 Mei 2026.
Sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden, Kliwon menjalani serangkaian pemeriksaan mulai dari kesehatan, kondisi fisik, hingga kelayakan sesuai syariat kurban.
Seluruh persyaratan berhasil dipenuhi.
Baca juga: Dibeli Rp162, 4 Juta, Cetak Sapi Jumbo Langganan Presiden, Pelihara di Kandang Sederhana di Buleleng
Dijelaskan bahwa selama ini, Kadek menerapkan pola peternakan modern dan berkelanjutan.
Selain menjaga kebersihan kandang dan rutin memandikan ternak, ia juga mengembangkan pakan berbasis ekonomi sirkular.
Limbah pertanian seperti bungkil sawit, kopra, hingga ampas pertanian dimanfaatkan sebagai sumber protein, sementara jerami diolah menjadi sumber serat ternak.
Formula pakan tersebut merupakan hasil riset mandiri yang dikembangkannya selama beberapa tahun terakhir, guna meningkatkan efisiensi nutrisi sekaligus menekan biaya produksi.
Menurut Kadek, sektor peternakan kini bukan lagi pekerjaan tradisional semata, melainkan peluang usaha masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda.
“Anak muda jangan takut masuk ke dunia pertanian dan peternakan. Kalau dikelola serius dan kreatif, hasilnya sangat menjanjikan dan sekaligus mendukung lingkungan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/I-Kadek-Astitiya-38-bersama-sapi-bernama-Kliwon.jpg)