Tragedi Kanjuruhan

Imbas Tragedi Kanjuruhan dan Desakan Mundur Ketua Umum PSSI, Ini Respon Iwan Bule

Imbas dari Tragedi Kanjuruhan, warganet menggaungkan desakan mundur kepada Ketua Umum (Ketum) PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

Editor: Ady Sucipto
Wartakotalive/Rendi Renuki
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan 

TRIBUN-BALI.COM – Imbas dari Tragedi Kanjuruhan, warganet menggaungkan desakan mundur kepada Ketua Umum (Ketum) PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

Hal itu mencuat setelah terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang (update hingga 5 Oktober 2022) usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022.

Salah satu pihak yang paling disorot pasca insiden Tragedi Kanjuruhan adalah Ketum PSSI Mochamad Iriawan.

Baca juga: DATA TERKINI: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 131 Orang, 6 CCTV Diperiksa

Oleh warganet, Iwan Bule dan jajaran PSSI diminta untuk bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang nyawa suporter Aremania.

Di sisi lain, para suporter klub di Indonesia juga meminta kepada Iwan Bule untuk meletakkan jabatannya sebagai Ketum PSSI.

Merespon mencuatnya desakan mundur yang dialamatkan kepadanya, Iwan Bule pun angkat bicara.

Iwan Bule mengungkapkan bahwa setiap orang bebas berpendapat apa saja, termasuk bagi mereka yang memintanya untuk mundur dari PSSI.

Baca juga: Pesan Damai Elemen Suporter PSIM, PSS, Persis di Mandala Krida dan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

"Ya (soal) desakan semua orang boleh bicara apa saja," tutur Iwan Bule dikutip dari BolaSport.com via Bolanas.com pada Selasa (4/10/2022).

Terlepas dari hal tersebut,  Iwan Bule dan pihaknya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya ratusan orang akibat insiden di Kanjuruhan.

"PSSI menyampaikan duka yang mendalam terkait insiden ini. Kami juga meminta maaf kepada keluarga korban dan semua pihak," ujar Iwan Bule.

Iwan Bule berharap, kejadian mengerikan di Kanjuruhan tak lagi terulang.

Iwan Bule mengaku, pihaknya telah menyiapkan tim untuk melakukan investigasi dan sudah bekerja sejak Senin (3/10/2022).

"Tentu menjadi evaluasi PSSI agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Iwan Bule.

Tragedi Kanjuruhan: Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC dipecundangi Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, Sabtu 1 Oktiber 2022.
Tragedi Kanjuruhan: Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC dipecundangi Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, Sabtu 1 Oktiber 2022. (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Baca juga: Kasus Ratusan Suporter Arema FC Tewas Naik ke Penyidikan, Polisi Segera Umumkan Tersangka?

"Kami juga langsung membentuk tim investigasi untuk insiden ini. Tim sudah bekerja mulai hari ini (Senin)," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved