Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Harga Styrofoam Naik 20 Persen, Penjualan di Bali Turun

Styrofoam kelas satu ukuran 1 x 2 meter harganya Rp 800 ribu. Tahun lalu harganya Rp 700 ribu.

Laporan Wartawan Tribun-Bali, Ni Ketut Sudiani


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Dibandingkan tahun lalu, harga styrofoam sekarang naik 20 persen. Kenaikan ini juga karena kurs rupiah terhadap dolar Amerika masih lemah," jelas Tuti (48), pemilik UD. Gunawan di Jalan Nakula No. 9, Denpasar.

Styrofoam kelas satu ukuran 1 x 2 meter harganya Rp 800 ribu. Tahun lalu harganya Rp 700 ribu.
Barang yang kualitasnya biasa, agak tipis, dijual Rp 500 ribu.

Menurut Tuti yang sudah beberapa tahun menjalankan bisnis styrofoam, tahun ini tingkat penjualannya terbilang menurun. Penyebabnya, beberapa daerah yang karena alasan tertentu tidak membuat ogoh-ogoh untuk merayakan Hari Raya Nyepi tahun ini.

Meskipun demikian, Tuti masih mendapat pesanan dari beberapa daerah di Bali seperti Buleleng. Ia membeli stereofom dari Surabaya karena harganya bisa lebih murah.

Dalam satu hari, Tuti bisa menjual 30 hingga 40 styrofoam.

"Bahkan satu minggu yang lalu 70 barang laku dalam sehari. Anak-anak sekolahan banyak di sini," jelasnya pada Tribun Bali, Senin (10/3/2014) sekitar pukul 14.00.

Siang itu terlihat kerumunan pelajar SMP membeli styrofoam untuk membuat kepala ogoh-ogoh.

"Badan ogoh-ogoh kami buat dari bambu biar lebih murah. Tapelnya (wajah) saja pakai styrofoam," terang Riko, pelajar SMP Wisata Sanur yang datang bersama enam temannya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved