Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mom & Kids

Orangtua Bijak Menghargai Usaha Anak dalam Proses Belajar

Rasa kurang percaya diri pada anak jika dibiarkan hingga mereka tumbuh dewasa berdampak pada faktor sosial atau kecerdasan emosi.

Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/ ayu dessy wulansari
Kasub Psikologi IRM RSUP Sanglah sekaligus Direktur Pradnyagama Pusat Layanan Psikologi, Retno IG Kusuma 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anak-anak memiliki karakter yang unik dan berbeda-beda.

Ada anak yang memang terlahir memiliki rasa percaya diri alami, misalnya mudah bergaul, dan tidak cepat merasa takut.

Ada pula anak yang cenderung merasa gugup atau takut ketika menghadapi kondisi yang baru dilihatnya dan susah untuk bergaul dengan teman sebayanya.

Melatih agar anak mampu berhadapan dengan situasi yang baru dan memiliki rasa percaya diri yang baik bisa dipupuk sejak sedini mungkin.

Kasub Psikologi IRM RSUP Sanglah sekaligus Direktur Pradnyagama Pusat Layanan Psikologi, Retno IG Kusuma mengatakan, anak-anak dari awal sudah dibiasakan bertemu dengan banyak orang, semisal mengajak anak ke acara ulang tahun saudaranya.

Berikan anak kesempatan untuk bergaul dengan anak lain yang seumuran dengan dirinya dan tidak terus mengikuti orangtuanya.

“Jadi sedari awal anak itu sudah mulai dibiasakan untuk bersosialisasi dengan orang lain, meskipun awalnya masih merasa takut. Tetapi ketika anak dengan anak lainnya sudah merasa percaya diri, biasanya nanti dia bergaul dengan orang dewasa akan jauh lebih mudah,” kata Retno saat dijumpai di Instalasi Rawat Medis RSUP Sanglah, Kamis (28/5/2015).

Dimulai dari rumah, biarkan anak belajar untuk makan sendiri.

Berikan mereka untuk memulai mengenakan pakaiannya sendiri meski baju yang digunakan terbalik atau salah.

Dari sana mereka belajar bahwasanya anak itu merasa mampu melakukan usaha tersebut.

Masuk sekolah untuk pertama kalinya menjadi cara lain untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Saat awal masa sekolah, si ibu bisa menunggui anaknya.

Namun, alangkah lebih baik saat menunggui buah hatinya tidak berada tepat di sebelah anaknya.

“Kenapa anak-anak memiliki ketidakpercayaan diri? Itu karena dia tidak tahu sumber rasa amannya ada dimana. Dan anak menempatkan sumber rasa aman ini pada sosok orang tuanya. Dan sering kali adalah ketidakpercayaan orangtua pada kemampuan anak menjadi sumber ketidakpercayaan anak-anak,” ungkap Retno.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah dukungan dari orangtua untuk terus menyemangati si anak.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Tags
tips
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved