Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sosok Sederhana Pedanda Sebali Hampir 22 Tahun Melawan Kencing Manis

Ida Pedanda yang dikenal sosok sederhana ini akhirnya harus menyerah melawan penyakit kencing manis (sakit gula) yang sudah dideritanya sejak 1995.

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Prosesi nyiramin layon (memandikan jenazah) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa di Rumah Suka Duka Kertha Semadi, Jl Cargo, Denpasar, Senin (27/2/2017) sore, diiringi hujan rintik-rintik. Ida Pedanda Sebali Tianyar lebar di RSUP Sanglah Senin pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sosok Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa menghembuskan napas terakhirnya pada usia 76 tahun di ICU Burn Unit RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (27/2/2017) sekitar pukul 06.00 Wita.

Ida Pedanda yang dikenal sosok sederhana ini akhirnya harus menyerah melawan penyakit kencing manis (sakit gula) yang sudah dideritanya sejak 1995.

Baca: ‘Sederhana saat Hidup dan Kematian’, Pedanda Sebali Hari Ini Langsung Dikremasi

Baca: Mengharukan, Ini Keinginan Mulia Pedanda Sebali yang Belum Tercapai untuk Umat Hindu Dayak

Ida Pedanda sempat dirawat di ruang Mahottama RSUP Sanglah sejak 7 Januari 2017.

Setelah itu, kondisi sulinggih yang mendirikan Yayasan Weda Posana Yadnya ini sempat membaik sehingga diperbolehkan pulang.

Namun, beliau kembali dilarikan ke ICU RSUP Sanglah pada Minggu (26/2/2017) karena kondisinya kembali melemah.

"Sudah sering keluar masuk rumah sakit. Pada siang harinya kondisi beliau sempat stabil, namun malam harinya menurun, hingga dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pukul 6 pagi tadi (kemarin)," kata keponakan Ida Pedanda, Ida Bagus Jendra, kepada Tribun Bali di RSUP Sanglah, Senin (27/2/2017) pagi.

Putra ketiga Ida Pedanda Sebali Tianyar, Ida Bagus Hari Wibawa, menuturkan bahwa kondisi ayahnya mulai drop dan masuk rumah sakit setelah menghadiri acara pertemuan Raja-raja Nusantara di Semarang, Jawa Tengah, selama tiga hari, 24-26 Desember 2016.

Saat itu beliau datang walaupun dalam keadaan sakit.

Saat hendak pulang ke Bali dari Semarang, Ida Pedanda Sebali Tianyar kesulitan mendapatkan tiket pesawat terbang.

Beliau kemudian memutuskan penerbangan dari Yogyakarta, sehingga harus melalui jalan darat selama empat jam dari Semarang.

Dalam perjalanan naik bus, kondisinya semakin melemah akibat kecapean.

“Beliau bahkan sempat pingsan," kata Ida Bagus Hari Wibawa.

Dari Yogyakarta, Ida Pedanda melanjutkan perjalanan pulang ke Bali  naik pesawat dan tiba di Bandara Gusti Ngurah Rai, 27 Desember 2016 sekitar pukul 01.00 Wita.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved