Berita Bali
Kenapa Sapi Dapat Terinveksi Rabies ? Ini Penjelasan Kadistan Bali
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada angkat bicara ketika ditemui di kantornya pada, Selasa 18 Juli 2023
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setelah ditemukan kasus seekor sapi yang mati terinfeksi rabies di Jembrana, Bali, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada angkat bicara ketika ditemui di kantornya pada, Selasa 18 Juli 2023.
“Jadi rabies itu namanya Lyssavirus, jadi hewan yang terserang pembawa Rabies adalah hewan berdarah panas seperti anjing, kucing dan kera. Kalau ketiga hewan ini terinfeksi rabies anjing maupun kera, jelas gejalanya yang pertama adalah takut dengan sinar matahari, takut dengan air, keramaian dan sering bersembunyi dan menyendiri,” kata, Sunada.
Apabila anjing, kera dan kucing ini menggigit apapun seperti manusia termasuk juga hewan berdarah panas lainnya akan tertular atau istilahnya Zoonosis.
Lama inkubasi atau penularannya mulai dari 2-8 minggu.
Jika gejala rabies sudah muncul baik pada manusia, sapi maupun babi yang tertular, akan menunjukan ciri-ciri rabies percis seperti anjing.
“Sapi yang terinfeksi rabies di Jembrana kan ngamuk-ngamuk itu artinya sudah kena penyakit anjing gila jadi dia ikut gila yang digigit itu. Baik itu sapi babi manusia dan binatang lain digigit pasti akan terinfeksi rabies,” imbuhnya.
Hingga kini baru ada satu sapi yang terinfeksi rabies di Bali.
Petugas dari Distan pun dikatakan Sunada masih melakukan pengecekan Laboratorium untuk memastikan hasil rabies pada sapi tersebut.
Sebelumnya sapi tersebut memang memiliki riwayat digigit oleh anjing.
Baca juga: Petani Tambak Tabanan Diperkenalkan E-Feeding Oleh Kominfo RI
“Artinya kita harus waspada terhadap anjing yang terinfeksi rabies dengan hewan-hewan peliharaan kita,” ujarnya.
Untuk update penanganan rabies di Bali, Sunada mengatakan terakhir jumlah gigitan anjing di Bali sebanyak 19 ribu, jumlah pasien rabies yang meninggal masih tetap 4 orang.
Kini Distan Bali sedang bekerja keras untuk target pada Tahun 2024 manusia atau orang yang meninggal disebabkan oleh rabies sudah tidak ada lagi.
Sementara untuk vaksin rabies untuk hewan dipastikan masih cukup terlebih vaksin sudah datang kembali pada, Senin 17 Juli 2023 malam sekitar 60 ribu dosis.
Nantinya vaksin Rabies akan datang lagi ke Bali pada tanggal 24 Juli yang merupakan bantuan dari Australia sebanyak 200 ribu dosis, Sunada pun mengaku telah menerima surat pemberian vaksin rabies dari Australia.
Dan persentase vaksinasi untuk rabies sudah lebih dari 59,24 persen dari jumlah anjing 600 ribu ekor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/I-Wayan-Sunada-angkat-bicara-ketika-ditemui-di-kantornya-pada-Selasa-18-Juli-2023.jpg)