Pemkab Badung

Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, Badung Bali Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

Tribun Bali/ISTIMEWA
SIDAK PASAR - Kepala Bagian Perekonomian Setda Badung (kiri), Anak Agung Sagung Rosyawati saat melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pengawasan pangan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi saat permintaan masyarakat meningkat pada periode hari besar keagamaan.

Sekretaris Diskop UKMP Badung, I Made Wirya Santosa, mengakui Diskop UKMP Badung sudah secara rutin melakukan pemantauan harga serta ketersediaan bahan pokok dan barang penting lainnya (bapokting) di pasaran.

Apalagi menjelang hari raya, intensitas pengawasan tersebut ditingkatkan agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.

Baca juga: PT Klin Berbagi, Pengobatan Gratis di Hari Valentine dan Paket Sembako Sambut Ramadhan 1447 H

"Kami secara berkala setiap minggu melakukan monitoring harga dan stock bahan pokok dan barang penting lainnya (bapokting). Apalagi menjelang hari raya kita laksanakan lebih intensif untuk memastikan stok agar harga tetap stabil," ujar Wirya Santosa, Minggu 8 Maret 2026.

Diakui penambahan, hasil pemantauan tersebut tidak hanya digunakan sebagai bahan evaluasi di tingkat daerah, tetapi juga dilaporkan kepada pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Tujuannya agar kebijakan pengendalian harga dan distribusi pangan dapat diselaraskan dengan kondisi di lapangan.

"Hasil pemantauan ini langsung kami laporkan melalui aplikasi SP2KP untuk kementerian perdagangan dan juga Aplikasi Sigapura untuk pemerintah provinsi Bali," katanya.

Selain memperketat pengawasan pasar, Diskop UKMP Badung juga menyiapkan langkah antisipatif dengan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

"Untuk mengantisipasi kenaikan harga dan mengusahakan kelancaran distribusi dalam waktu dekat, kami akan adakan pasar murah pada tanggal 10 dan 12 Maret, yakni pada 10 Maret di Desa Sading dan 12 Maret di Desa Dalung," jelasnya.

Wirya Santosa juga menyebut penyediaan Gas LPG 3kg dan sarana upakara juga tetap dipantau. Bahkan, akan ada kerja sama dengan beberapa pihak terkait penyediaan barang.

Disisi lain, Kepala Bagian Perekonomian Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengungkapkan jika saat ini inflasi di Kabupaten Badung masih relatif terkendali.

Meski inflasi bulanan tercatat sebagai yang tertinggi, inflasi tahun kalender (year-to-date) justru menjadi yang terendah di Bali, yakni sebesar 0,25 persen.

Adapun inflasi tahunan (year-on-year) tercatat berada di angka 3,06 persen.

Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi pada Februari 2026 dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadan.

Hal itu membuat komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah menjadi penyumbang inflasi paling dominan.

"Kenaikan harga cabai disebabkan oleh melandainya pasokan akibat cuaca yang memicu peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Hal serupa terjadi pada bawang merah dan bawang putih, di mana musim hujan sejak Oktober telah menurunkan produksi di daerah sentra seperti Bangli, Tabanan, hingga luar daerah seperti Bima dan Brebes," imbuhnya. (gus)

Kumpulan Artikel Badung