Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

TARGET Pribadi Rahmat Arjuna di Tahun Baru 2026, Akhiri Paceklik, Ingin Cetak Gol di Stadion Dipta

Lawan kini lebih waspada terhadap kecepatannya, sehingga ia sering dijaga ketat oleh dua pemain lawan sekaligus.

Tayang:
Istimewa/Bali United 
KUASAI BOLA - Pemain Bali United, Rahmat Arjuna saat tampil membela timnya di kompetisi BRI Super League 2025/2026 beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM – Menjelang paruh musim Super League 2025/2026, penyerang sayap muda Bali United, Rahmat Arjuna Reski masih berjuang untuk mencetak gol perdananya musim ini. 

Pemain asal Sulawesi tersebut berharap di tahun yang baru ini dapat mengakhiri paceklik gol. Musim ini ia sudah bermain dalam 12 laga (belum termasuk laga pekan ke-16).

Musim lalu, pemain nomor punggung 47 ini mengemas 6 gol dan musim 2023/24 ia mengemas 2 gol, pemain berusia 21 tahun ini menjalani debutnya pada musim 2022/23. 

Meski kerap memberikan kontribusi signifikan dalam skema serangan Laskar Tridatu, Rahmat Arjuna mengakui bahwa mencetak gol adalah target pribadi yang ingin segera ia tuntaskan. 

Ia teringat memori musim lalu, di mana keran golnya baru terbuka saat bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion kebanggaan Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. 

Baca juga: Target Pribadi Rahmat Arjuna di Tahun 2026, Ingin Akhiri Paceklik Gol di Bali United

Baca juga: Misi Bangkit Bali United di Tahun Baru Hadapi Arema FC, Wajib Putus Kebuntuan Lini Depan

"Harapannya saya musim ini saya belum mencetak gol, seperti musim lalu saya baru mencetak gol di Dipta. Dan semoga saya bisa mencetak gol pertama saya di Dipta lagi," ungkap Rahmat Arjuna, Minggu (4/1).

Sebagai salah satu pemain muda yang dipromosikan dari Bali United Youth, grafik performa Arjuna sebenarnya menunjukkan kematangan dalam bermain, meski statistik golnya musim ini belum berbicara banyak.

Arjuna memilikj gaya bermain mengandalkan kecepatan dan berani melakukan cutting inside, berkat regulasi pemain U-22 ia kerap mendapat jam terbang dan cukup konsisten sebagai pemain muda. 

Pada musim lalu, Arjuna tampil mengejutkan sebagai rising star dengan efisiensi tinggi di depan gawang. Musim ini, ia mendapatkan beban kerja yang lebih berat. 

Lawan kini lebih waspada terhadap kecepatannya, sehingga ia sering dijaga ketat oleh dua pemain lawan sekaligus. Meski belum mencetak gol, pergerakan tanpa bolanya seringkali membuka ruang bagi striker utama seperti Boris Kopitovic untuk mencetak skor.

Ketajaman Rahmat Arjuna sebenarnya tidak perlu diragukan. Kualitasnya telah diakui di level nasional saat ia kurun satu tahun terakhir kerap mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22 maupun U-23 dalam beberapa ajang internasional.

Pengalaman berlatih di bawah standar internasional memberikan Rahmat Arjuna modal mental yang kuat. Panggilan Timnas tersebut membuktikan bahwa ia memiliki standar kualitas di atas rata-rata pemain muda lainnya. (ian)

Titik Balik 

Tantangan terbesar Rahmat Arjuna saat ini hanyalah masalah ketenangan di penyelesaian akhir. Dengan ambisi besar untuk mencetak gol akan menjadi pembuktian bagi Arjuna. 

Jika ia mampu menjaga fokus dan memanfaatkan setiap peluang sekecil apa pun, bukan tidak mungkin momentum "pecah telur" ini akan menjadi titik balik bagi produktivitasnya hingga akhir musim nanti. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved