Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Kadek Arel dalam Pusaran Kritik Fans, Johnny Jansen: Waktunya Belajar dari Kesalahan

Kadek Arel dalam Pusaran Kritik Fans, Johnny Jansen: Waktunya Dewasa dan Belajar dari Kesalahan 

Tayang:
Istimewa
KONFERENSI PERS - Pelatih Bali United, Johnny Jansen dan bek Bali United Kadek Arel saat sesi konferensi pers, pada Minggu (22/2/2026). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Lima pertandingan tanpa kemenangan di putaran kedua Super League 2025/26 menjadi periode kelam bagi Bali United

Di tengah tren negatif ini, sorotan tajam publik justru mengarah pada bek muda potensial, Kadek Arel yang kerap mendapat kepercayaan Johnny Jansen bermain 90 menit

Pemain yang digadang-gadang sebagai masa depan Timnas Indonesia ini dituding mengalami penurunan performa setelah beberapa kesalahan berujung kerugian bagi Serdadu Tridatu.

Baca juga: Drama di Sultan Agung Sempat Unggul 3-0, Bali United Harus Puas Berbagi Poin dengan PSIM Yogyakarta

Kekecewaan suporter pecah di media sosial. Arel, yang musim lalu tampil sangat solid, kini dianggap kehilangan konsentrasi. 

Menanggapi tekanan yang kian kencang terhadap anak asuhnya, pelatih Bali United, Johnny Jansen, angkat bicara. 

"Anda tahu, selalu sama, jika Anda melakukan kesalahan, Anda akan dikritik," ujar Johnny Jansen pada Jumat 27 Februari 2026.

Baca juga: Duel Taktik 2 Pelatih Belanda Yang Terluka di Bantul, Bali United Tekankan Komunikasi Antar Pemain

Jansen tidak menampik bahwa kesalahan Arel berdampak besar pada hasil tim.


Namun, bagi pelatih asal Belanda ini, kritik adalah makanan yang harus ditelan oleh pemain profesional jika ingin melangkah ke level yang lebih tinggi.


Musim ini, Kadek Arel memang memikul beban yang jauh lebih berat. Jam terbangnya meningkat drastis dibandingkan tahun lalu, yang secara otomatis meningkatkan ekspektasi publik.


Dari 22 laga, Arel hanya absen 2 kali karena panggilan Timnas dan ia dominan dipercaya tampil sebagai pemain inti. 


Jansen menilai, situasi sulit ini adalah ujian mental yang harus dilewati Arel.


"Sekarang saatnya bagi dia untuk tumbuh dewasa, untuk menjadi matang. Dia bermain lebih banyak menit dibanding tahun lalu," katanya. 


"Dia pemain muda dengan kualitas bagus, tapi dia harus berkembang sekarang. Itu hal utamanya," imbub Jansen.


Pelatih berkepala plontos itu juga mengakui bahwa kartu merah yang diterima timnya akibat kesalahan elemen pertahanan adalah kerugian besar yang sulit diterima, terutama saat tim sedang haus akan kemenangan.


Meski melayangkan teguran terbuka, Jansen tetap percaya bahwa Arel adalah aset berharga. Baginya, kesalahan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan proses belajar di lapangan hijau.


"Kami ingin memenangkan pertandingan. Saya rasa Arel punya potensi besar, sangat besar. Jadi saya harap dia belajar dari kesalahan ini," ujar dia. 


"Ini buruk bagi kami karena kartu merah tersebut sangat berat, tapi saya rasa Arel akan belajar dan semoga punya masa depan hebat di Indonesia," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved