Umat Nasrani Buleleng Gelar Paskah Bersama

Tampilkan Tari Legong Keraton dan Operet Kolosal Tapal Batas 2014

Laporan Wartawan Tribun Bali, LUgas Wicaksono

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ribuan umat Nasrani dari 12 gereja se-Kabupaten Buleleng, Senin (26/5) menyelenggarakan Paskah Bersama di gedung Bulutangkis Sasana Dharma Bakti Santo Paulus, Jalan Kartini No.1 Singaraja.

Dimulai pukul 18.00 Wita, acara ini dibuka dengan penampilan tari Legong Keraton dari Sekami Gereja Katolik Santo Paulus Singaraja.

Lebih menarik, di tengah acara Paskah bersama ini ditampilkan operet kolosal berjudul Tapal Batas 2014. Operet ini menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sepanjang 2014, seperti bencana meletusnya Gunung Sinabun dan Gunung Kelud. Peristiwa hilangnya pesawat MH 370 sampai dengan Pemilu Legislatif.

Dalam operet ini tahun 2014 dianggap sebagai tapal batas bangsa. Hasil dari Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden. Tapal Batas 2014 memberikan pesan kepada umat untuk memilih pemimpin yang sederhana, jujur, dan peduli pada masyarakat.

Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra mengapresiasi kegiatan paskah bersama ini.

"Perayaan Paskah bersama ini dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Buleleng. Kami menyambutnya dengan positif," kata Sutjidra.

Pastur Paroki Gereja Katolik Santo Paulus Singaraja, Romo Yohanes Handriyanto Wijaya mengatakan, perayaan Paskah bersama merupakan tradisi baru umat Nasrani di Kabupaten Buleleng. Menurutnya gereja-gereja selama ini lebih sering merayakan Natal bersama.

Tetapi sebenarnya hari yang paling besar adalah Hari Paskah. Romo Wijaya juga mengatakan, situasi pada 2014 ini merupakan situasi ambang batas.

"Pemilu sendiri sebetulnya merupakan ambang batas peralihan presiden yang lama ke pemerintahan yang baru. Kami berharap adanya pembaruan," ucapnya. (*)

Editor: Iman Suryanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved