Demonstrasi di Bali
Aksi Demo di Bali Berujung Anarkis, 138 Orang Diamankan, 2 Warga Sipil Luka-luka
Akibat dari aksi anarkis tersebut, 8 anggota Polda Bali mengalami luka-luka termasuk 2 orang sipil yang saat ini masih di rawat di RS. Trijata Polda.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menerangkan bahwa situasi Kamtibmas Bali secara umum tetap aman dan kondusif pasca aksi demo pada Sabtu 30 Agustus 2025 kemarin.
Pihaknya pun menyayangkan aksi demo kemarin yang awalnya kondusif lalu berujung anarkis.
“Tentunya kita semua sangat menyesalkan aksi demo yang berujung anarkis sehingga Polda Bali harus bertindak tegas terukur dan tetap sesuai SOP, bubarkan paksa aksi anarkis karena sudah sangat membahayakan atau mengancam petugas termasuk warga sekitar dan merusak fasilitas umum dengan cara melempari dengan batu, bom Molotov, kembang api, maupun alat membahayakan lainnya, bahkan merusak mobil dinas Randis PHH Polri dan menjarah isinya,” ujar Kombes Ariasandy, Minggu 31 Agustus 2025.
Di mana aksi demo kemarin berlangsung dari sekira pukul 11.00 WITA hingga Minggu pagi sekira pukul 05.00 WITA di depan gedung Kantor DPRD Bali.
Baca juga: Antisipasi Aksi Demo Lanjutan, Polda Bali Siagakan 1.521 Personel
Selama aksi demo kemarin, pihaknya telah mengamankan ratusan orang oknum massa yang diduga sebagai provokator.
“Dari kejadian tersebut Polda Bali mengamankan 138 orang, yang dianggap membahayakan saat aksi demo berlangsung, dari hasil investigasi Kepolisian mayoritas yang diamankan adalah warga pendatang luar Bali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, mereka tidak melarang orang melakukan unjuk rasa atau demo, karena itu hak semua warga negara, namun dalam pelaksanaan semua ada aturan, tidak boleh berbuat anarkis yang merugikan orang lain maupun diri sendiri.
Akibat dari aksi anarkis tersebut, 8 anggota Polda Bali mengalami luka-luka termasuk 2 orang sipil yang saat ini masih di rawat di RS. Trijata Polda.
“Kami tegaskan pasca demo Sabtu kemarin situasi Kamtibmas Bali secara umum tetap aman dan kondusif, silakan melakukan aktivitas seperti biasa, namun tetap waspada dan jangan terpengaruh dengan ajakan-ajakan dari orang yang tidak bertanggung jawab yang saat ini viral di media sosial,” imbuhnya.
Menurutnya, keamanan Bali sangat penting, karena hampir 70 persen masyarakat hidup dari sektor pariwisata, jika keamanan terganggu otomatis akan menurunkan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.
“Maka dari itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Bali untuk bersatu jaga Bali agar tetap ajeg, aman dan damai, jangan sampai situasi Kamtibmas terganggu dan merugikan masyarakat terutama yang bekerja pada sektor pariwisata,” ucap Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy.(*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.