Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tiga Ormas Datangi PHDI: Pemangku Telah Diperdaya

Tiga ormas, Cakrawayu, Love Bali Forum (LBF) dan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor) mendatangi Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Penulis: Aloisius H Manggol | Editor: Uploader bali
tribun bali
Para Jero Mangku ikut demo pro reklamasi di Kantor DPRD Bali, Senin (20/4) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga ormas, Cakrawayu, Love Bali Forum (LBF) dan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor) mendatangi Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Jumat (24/4/2015).

Mereka menyampaikan sikap terkait adanya pemangku yang ikut berdemo tolak reklamasi Teluk Benoa.

(Berita Terkait: Jero Mangku Ikut Demo Pro Reklamasi Ramai Dibahas Netizen)

Melalui forum tersebut, Ketua Cakrawayu Bali Ketut Dana mengungkapkan keprihatinannya.

“Pemangku demo mendukung reklamasi Teluk Benoa merupakan fenomena sosial  yang sangat memrihatinkan umat sedharma,” jelas Dana.

Keprihatinan itu disampaikan kepada ketua PHDI Bali secara langsung di kantor PHDI.

“Cakrawayu sangat berharap, Parisadha sebagai lembaga agama Hindu yang punya kesanggupan membina kehidupan beragama bisa menyelesaikan masalah keprihatinan umat Hindu  ini,” ujar Dewa Cakranegara, pembina Cakrawayu  Bali.

Cakrawayu berharap, Parisada mengimbau Paiketan Pemangku, agar lebih hati-hati menanggapi undangan ngrastitiang jagat, walaupun mengatasnamakan wakil rakyat.

“Apalagi undangan itu disampaikan lewat telepon  oleh orang yang belum jelas identitas dan kapasitasnya,” jelasnya.

Hal senada, juga disampaikan Nyoman Suharta Wakil Sekretaris Cakrawayu.

“Ini berarti, para pemangku sudah diperdaya atau sekurangnya kesucian pemangku sudah dimanipulasi untuk kepentingan di luar arena religius,” terang Suharta.

Sementara itu Ketua Puskor Ida Bagus Susena meminta untuk menyelidiki dan meminta klarifikasi para pemangku yang ikut aksi di DPRD Provinsi Bali pada 20 April yang lalu.

“Kami meminta PHDI untuk menyelidiki, karena ternyata mereka itu tidak tahu tujuan ke sana dan berdasarkan penyelidikan kami mereka cuma dikasih uang transport sebesar Rp 100 ribu,” jelas Susena.

Menanggapi persoalan itu  Ketua Saba Walaka PHDI Pusat Putu Wirata Dwikora sangat menyayangkan jika investigasi ormas-ormasi itu benar.

“Sebaiknya pemangku-pemangku yang merasa telah  dimanfaatkan atau ditunggangi melakukan klarifikasi,” terangnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved