Tiga Ormas Datangi PHDI: Pemangku Telah Diperdaya
Tiga ormas, Cakrawayu, Love Bali Forum (LBF) dan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor) mendatangi Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
Penulis: Aloisius H Manggol | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga ormas, Cakrawayu, Love Bali Forum (LBF) dan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor) mendatangi Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Jumat (24/4/2015).
Mereka menyampaikan sikap terkait adanya pemangku yang ikut berdemo tolak reklamasi Teluk Benoa.
(Berita Terkait: Jero Mangku Ikut Demo Pro Reklamasi Ramai Dibahas Netizen)
Melalui forum tersebut, Ketua Cakrawayu Bali Ketut Dana mengungkapkan keprihatinannya.
“Pemangku demo mendukung reklamasi Teluk Benoa merupakan fenomena sosial yang sangat memrihatinkan umat sedharma,” jelas Dana.
Keprihatinan itu disampaikan kepada ketua PHDI Bali secara langsung di kantor PHDI.
“Cakrawayu sangat berharap, Parisadha sebagai lembaga agama Hindu yang punya kesanggupan membina kehidupan beragama bisa menyelesaikan masalah keprihatinan umat Hindu ini,” ujar Dewa Cakranegara, pembina Cakrawayu Bali.
Cakrawayu berharap, Parisada mengimbau Paiketan Pemangku, agar lebih hati-hati menanggapi undangan ngrastitiang jagat, walaupun mengatasnamakan wakil rakyat.
“Apalagi undangan itu disampaikan lewat telepon oleh orang yang belum jelas identitas dan kapasitasnya,” jelasnya.
Hal senada, juga disampaikan Nyoman Suharta Wakil Sekretaris Cakrawayu.
“Ini berarti, para pemangku sudah diperdaya atau sekurangnya kesucian pemangku sudah dimanipulasi untuk kepentingan di luar arena religius,” terang Suharta.
Sementara itu Ketua Puskor Ida Bagus Susena meminta untuk menyelidiki dan meminta klarifikasi para pemangku yang ikut aksi di DPRD Provinsi Bali pada 20 April yang lalu.
“Kami meminta PHDI untuk menyelidiki, karena ternyata mereka itu tidak tahu tujuan ke sana dan berdasarkan penyelidikan kami mereka cuma dikasih uang transport sebesar Rp 100 ribu,” jelas Susena.
Menanggapi persoalan itu Ketua Saba Walaka PHDI Pusat Putu Wirata Dwikora sangat menyayangkan jika investigasi ormas-ormasi itu benar.
“Sebaiknya pemangku-pemangku yang merasa telah dimanfaatkan atau ditunggangi melakukan klarifikasi,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jero-mangku-demo_20150421_013327.jpg)