Awas, Volume Kubah Lava Gunung Sinabung Meningkat

Status Gunung Sinabung meningkat menjadi awas. Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung dalam dua hari terakhir terus meningkat secara tajam.

Awas, Volume Kubah Lava Gunung Sinabung Meningkat
kompas.com
Area pertanian dengan latar belakang Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (16/4/2015). Gunung yang meletus pertama kali pada 2010, hingga saat ini terdeteksi masih aktif. 

TRIBUN-BALI.COM - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ditingkatkan menjadi Awas. 

Peningkatan status itu merupakan rekomendasi Badan Geologi pada BNPB setelah pengamatan terhadap peningkatan aktivitas gunung tersebut.

Sutopo menjelaskan, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung dalam dua hari terakhir terus meningkat secara tajam.

Volume kubah lava juga meningkat menjadi lebih dari tiga juta meter kubik dan labil.

"Kondisi ini berpotensi pada terjadinya guguran kubah yang diikuti awan panas guguran ke selatan dan tenggara sejauh sekitar 7 km dari puncak kawah," kata Sutopo dalam pernyataan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (3/6/2015). 

Badan Geologi telah melaporkan peningkatan status Awas untuk Gunung Sinabung kepada Kepala BNPB Syamsul Maarif, Selasa (2/6/2015) pukul 23.00 WIB.

Dalam laporannya, ada rekomendasi agar masyarakat yang bermukim dalam radius 7 kilometer dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. 

Warga di tujuh desa dan satu dusun direkomendasikan untuk direlokasi, yaitu warga Desa Sukameriah, Desa Berkerah, Desa Simacem, Desa Gurukinayan, Desa Kotatonggsa, Desa Berastepu, Desa Gamber, dan Dusun Sibintun. 

Selain itu, ada juga rekomendasi agar jalan ditutup jika level ancaman bahaya meningkat, seperti ketika adanya aktivitas awan panas guguran.

Jalan-jalan yang direkomendasikan untuk ditutup adalah Jalan Raya Simpang Gurukinayan-Simpang Sibitun, Jembatan Lau Bunaken Tigapancur-Ojolali, Tigapancur, Simpang Bagading, dan Perjumaan Tigabogor.

Saat ini, kata Sutopo, Kepala BNPB telah berkoordinasi dengan Bupati Karo agar memerintahkan Kepala BPBD Karo, yang dibantu TNI, Polri, dan unsur lain, untuk mengantisipasi kenaikan status Awas di Gunung Sinabung.

Gunung Sinabung terus bergolak secara fluktuatif sejak meletus pada 15 September 2013 hingga saat ini.

Status Awas pada Gunung Sinabung pernah diberlakukan sejak 23 September 2013 hingga 8 April 2014. Setelah itu, status turun menjadi Siaga. 

"Tidak diketahui sampai kapan erupsi Gunung Sinabung ini akan berhenti. Fenomena ini mirip dengan Gunung Unzen di Jepang yang erupsi selama lima tahun setelah 200 tahun tidak erupsi," ungkap Sutopo. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved