Warga di Bali Ini Masak Ribuan Ekor Babi Guling
Orang nguling babi jumlahnya ribuan. Jumlah KK di Desa Adat Timrah sebanyak 850 KK. Ada yang nguling dua ekor per KK
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Kambali
TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA - Krama atau warga Desa Adat Timrah Desa Adat Timrah, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Bali melaksanakan Ngusaba Kedasa setahun sekali. Mantan Kelian Pauman Desa, I Nengah Sukada kepada Tribun Bali Minggu (28/06/2015) mengatakan ritual krama ini merupakan yang paling meriah.
Saat upacara Ngusaba Kedasa, ratusan kepala keluarga (KK) membuat babi guling. Diperkirakan babi guling sebanyak dua ekor babi per KK.
“Orang nguling babi jumlahnya ribuan. Jumlah KK di Desa Adat Timrah sebanyak 850 KK. Ada yang nguling dua ekor per KK,” jelasnya.
Prosesi nguling babi bisanya dilakukan selama lima hari. Selama itu juga digelar upacara lainnya. Seperti menghaturkan banten berupa sumbu kepada Bhatara.
Menurut Sukada, upacara tahunan ini banyak yang mengatakan ngusaba nguling memiliki makna sebagai keseimbangan. Sumbu menyimbolkan sebagai poros dan dianggap mampu menyeimbangkan perputaran dunia. “Maknanya keseimbangan dunia. Sebagai rasa syukur warga telah diberikan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Sukada.
Terkait dana ngusaba kedasa dan mempersiapkan beberapa ekor babi, pihak desa mengaku tak mengalami masalah. Selain karena telah memiliki kas desa, kesolidan krama juga menjadi faktor utama mempersiapkan upacara tersebut.
”Pokoknya kalau nguling di desa, warga urunan,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ngusaba-kedasa-nguling-ribuan-ekor-babi_20150629_003256.jpg)