Daftar Harga Sampah di ATM Sampah Denpasar, Cek di Sini
ATM sampah di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali dapat menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Oki, penjaga ATM Sampah di Pasar Kreneng sedang melayani seorang anak yang sedang memasukkan botol plastik kosong ke dalam ATM Sampah.
Oki menjelaskan ada beberapa botol yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam ATM Sampah.
Seperti minuman gelas dari plastik, kemasan teh dari kotak kertas, botol yang masih berisi minuman, kaleng susu, kaleng sarden, kaleng dan botol sudah rusak.
"Kalau sampah minuman kaleng masih bisa seperti soft drink," ungkap Oki.
(Hanya Jenis Sampah Ini yang Bisa Dimasukkan dan Menghasilkan Voucher)
Sampah botol yang diperbolehkan seperti botol air mineral ukuran tanggung dihargai Rp 50, ukuran 1,5 liter seharga Rp 85, dan kaleng soft drink seharga Rp 120.

Seorang warga mencoba mesin sampah yang bisa ditukarkan dengan uang saat di-launching di Pasar Kreneng, Denpasar, Jumat (31/7/2015) pagi. (Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa)
Setelah memasukkan sampah yang diinginkan, kemudian akan keluar karcis yang berisi jumlah botol dan nominal uang hasil penjualan.
"Saran kami, kumpulkan botol di rumah dahulu, kemudian dibawa ke sini. Tapi boleh juga mengumpulkan karcisnya, setelah jumlahnya banyak bisa ditukarkan di lokasi ATM Sampah," ujar Oki.
(ATM Sampah Telah Tersebar di 26 Lokasi di Kota Denpasar, Berikut Lokasinya)
Kadek Adi Wiguna, Kabid Kebersihan DKP Denpasar mengatakan, hadirnya ATM Sampah ini juga melihat Bali sebagai destinasi pariwisata yang tentunya banyak menghasilkan sampah.
"Ini membangun kepedulian masyarakat jangan sampai membuang sampah sembarangan. ATM sampah ini merupakan edukasi berbasis IT," ujar Adi Wiguna.

Karcis ATM sampah yang dapat ditukarkan di Lokasi ATM sampah, Pasar Kreneng, Denpasar, Bali. (Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi)
Pasar dipilih sebagai lokasi ATM Sampah dikarenakan pasar itu terdapat transaksi jual beli dan selalu ramai.
Bagaimana jika orang ke pasar hanya untuk membawa botol saja, sedangkan bayar parkirnya Rp 1.000?
"Maka itu, kami di sini sifatnya ingin meningkatkan kepedulian masyarakat. Bagaimana mengurangi tumpukan sampah di jalan. Mungkin bisa diakali dengan mengumpulkan sampah dahulu baru berangkat ke ATM Sampah. Jangan dilihat biaya parkirnya," imbuh Adi.
Adi menuturkan akan ada 26 titik ATM Sampah di Kota Denpasar pada bulan September 2015. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/atm-sampah_20150917_142827.jpg)