Hati-hati Mengadu ke Pacar, Bikin Emosi Berujung Kriminal
Mahaputra yang bertindak atas pengaduan pacarnya terus menantang bernada lantang bahkan sampai memukul dan menendang.
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pagi kemarin, Rabu (30/9/2015), pria kurus bernama Ketut Merta (43), sibuk menjalankan rutinitas.
Segera ia mengambil air dan lap lalu mencuci mobil atasannya.
Waktu masih menunjukkan pukul 06.30 Wita.
Karena fokus mencuci mobil, sejumlah orang yang lewat di jalan Manggis, Lingkungan Candi Baru Gianyar bahkan tidak sempat ia perhatikan satu persatu.
Yang ada di kepala pria asal Banjar Srokadan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli ini hanya segera menyelesaikan tugasnya.
Namun tak berselang lama terdengar bentakan yang membuatnya terperanjat.
"De ci macem-macem, apa kal tolih ci? Ngudyang ci ngintip tunangan cange? (Kamu jangan macam-macam, kamu lihat apa? Ngapain kamu ngintip pacar saya?)," begitu hardikan Mahaputra Pratastika (28), serampangan menuduh Merta dengan nada bicara menantang.
Merta terkaget. Seorang pria berbadan kekar sudah berdiri di dekatnya.
Merta lalu bertanya, apa sebenarnya ini. Mahaputra, asal Padang Sambian Denpasar, mengaku tidak terima cara Merta memandang pacarnya.
Mendengar tuduhan serampangan itu, Merta pun masih kebingungan.
Merta yang merasa tidak melakukan hal yang dituduhkan memilih diam.
Ia bergeming kendati Mahaputra terus memaki.
Gayung pun tak bersambut.
Mahaputra yang bertindak atas pengaduan pacarnya terus menantang bernada lantang bahkan sampai memukul dan menendang.
"Saya sempat dipukul dan ditendang. Padahal saya tidak kenal. Demi Tuhan saya tidak pernah melihat pacarnya. Orangnya juga saya tidak tahu siapa. Bagaimana bisa saya dituduh melirik," tutur Merta keheranan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/interogasi-mahaputra_20151001_105558.jpg)