Hati-hati Mengadu ke Pacar, Bikin Emosi Berujung Kriminal
Mahaputra yang bertindak atas pengaduan pacarnya terus menantang bernada lantang bahkan sampai memukul dan menendang.
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Merta masuk ke rumah majikannya untuk menyelamatkan diri.
Namun Mahaputra terus berteriak agar ia keluar dan meminta maaf.
Daripada masalah panjang, Merta pun menyanggupinya.
Ia menyampaikan permohonan maafnya.
Ternyata kata maaf tidak cukup untuk menyelesaikan masalah.
Lagi-lagi pukulan demi pukulan mendarat di tubuhnya.
Sadar dengan kondisi yang sudah panas, Merta lalu bergegas mengambil helm.
Namun, Mahaputra merebut kontaknya.
Sebilah pedang lalu ia hunus dari sarungnya.
Merta mengaku sudah pasrah.
Ia memejamkan mata dan merasa helmnya diiris senjata tajam.
"Saya pikir kepala saya sudah terluka. Beruntung saya pakai helm. Saat itu saya sudah memejamkan mata dan berdoa agar saya selamat," aku Merta.
Tak sedikit warga yang menyaksikan kejadian tersebut merasa ketakutan.
Mereka melihat seorang pria penuh amarah terus menganiaya pria kurus yang tak berdaya.
Tak berselang lama, tantangan Mahaputra mendapatkan lawan.
Bukan Ketut Merta, tapi jajaran Buser Polres Gianyar.
Iya yang awalnya gagah perkasa menghunus pedang akhirnya bertekuk lutut di hadapan aparat.
Polisi langsung mengamankan pria yang gusar tanpa alasan yang masuk akal ini.
"Saya tidak terima pacar saya dilihat seperti itu, dari ujung jalan sampai depan kos dipelototi. Saya emosi. Kalau saya mau bunuh, sudah saya tusuk lehernya dia," kata Mahaputra. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/interogasi-mahaputra_20151001_105558.jpg)