161 Desa di Bali Terjangkit Rabies
Korban terakhir yang meninggal akibat gigitan anjing rabies adalah Ni Kadek Dwi Antari (37).
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Kasus seekor anjing rabies yang menggigit 11 orang dalam sehari, Kamis (1/10/2015) lalu di Dauhwaru ini menambah daftar serangan anjing rabies di Kabupaten Jembrana, Bali.
Sebelumnya, awal September lalu serangan anjing rabies juga terjadi hingga menyebabkan puluhan warga yang berada di empat desa di Bumi Makepung positif terjangkit rabies.
(Baca Berita Terkait: Anjing Rabies Membabi Buta Gigit 11 Orang dalam Sehari di Jembrana)
Empat desa yang dilaporkan terjadi serangan anjing rabies ini adalah Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo; Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana; Desa Kaliakah, Kecamatan Negara; serta Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.
Kini tercatat di Bali sudah ada 161 desa yang terjangkit rabies.
Sebelumnya tercatat sepanjang enam bulan pertama di tahun 2015 ada 155 desa se-Bali yang telah terjangkit rabies.
Jumlah warga yang meninggal akibat gigitan anjing rabies di Bali juga cukup besar, dan trend-nya meningkat tajam di tahun 2015.
Pada tahun 2013, hanya ada satu kasus dan tahun 2014 menjadi dua kasus.
Namun pada 2015 hingga Oktober, korban kematian akibat rabies sudah mencapai angka 15.
Korban terakhir yang meninggal akibat gigitan anjing rabies adalah Ni Kadek Dwi Antari (37).
Warga Banjar Dinas Kanginan, Desa/Kecamatan Sawan Buleleng ini meninggal dunia di RSUD Buleleng, Minggu (20/9/2015).
Kabupaten Buleleng masih menjadi daerah paling banyak kasus kematian rabies, yakni enam orang.
Disusul Karangasem tiga orang, Klungkung 2 orang, kemudian Bangli, Gianyar, Tabanan, dan Badung masing-masing satu orang.
Sementara di Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar nihil korban meninggal akibat rabies. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasien-rabies_20150816_115427.jpg)