Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Peduli Sampah Nasional

Satu Orang Warga Denpasar Sumbang 4 Liter Sampah per Hari

Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab? Pemerintah, rakyat, atau keduanya?

Tayang:
Editor: Irma Yudistirani
tribun bali
Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPS) Sarbagita, Suwung, Denpasar. TPA Suwung terbakar sejak Sabtu (22/8/2015) dinihari sekitar pukul 00.10 Wita.(Tribun Bali/Rizal Fanany) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ragil Armando

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar, I Ketut Wisada SE MSi, menyebutkan enam titik-titik sumber volume sampah di Kota Denpasar.

Yaitu sampah rumah tangga, sampah industri, sampah hotel, sampah restoran, dan sampah pertanian.

Hal ini ia sampaikan kepada Tribun Bali di sela-sela acara Pos Bergerak, Lapangan Puputan, Denpasar, Bali, Minggu, (21/02/2016).

“Untuk titik-titik volume sampah. Saya menyampaikan sumber-sumber sampah ini yang pertama berasal dari masyarakat, kemudian sampah pasar, sampah industry, sampah hotel atau restoran, kemudian sampah-sampah pertanian,” katanya. 


Sejumlah pemulung mengangkut sampah yang sudah dipilah di TPA Suwung, Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Ibukota Bali ini menghasilkan sampah kurang lebih 750 ton per hari. (Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Satu orang penduduk Kota Denpasar, katanya, menghasilkan sampah sebesar 3,5 sampai 4 liter per hari.

Jika ditotal jumlah sebesar 3.200 meter kubik atau sebanyak 400 ton per hari.

“Itu harus dikelola secara baik supaya tidak menimbulkan bencana bagi masyarakat”, ujarnya. 

Wisada berharap, agar warga Kota Denpasar melakukan pemilahan terhadap sampah-sampah yang dihasilkan menjadi organik dan anorganik.

Sehingga menjadi barang yang bernilai ekonomis melalui bank sampah, pupuk kompos, dan biogas.

“Nah hal ini diharapkan kepada seluruh warga supaya bagaimana menempatkan sampah-sampah yang organik ini dan anorganik ini menjadi barang ekonomis,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai TPA Suwung, ia berujar jika TPA Suwung pun harus dikelola secara baik supaya tidak mencemari lingkungan.

Pihaknya berupaya untuk melakukan sinergi, dengan mencari investor lain yang mampu mengolah sampah di Kota Denpasar.

“Memang luas TPA di Denpasar yang melalui TPA Sarbagita ini sudah harus dikelola dengan baik. Nah, TPA ini adalah TPA Sarbagita. Ya mudah-mudahan nanti ada investor lain yang mampu mengolah sampah di Denpasar secara serius gitu”, ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved