Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Waisak

Rangkaian Waisak, 8 Biksu Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar Bali Gelar Pindapata, Tempuh Jarak 2,1 Km

Pengurus Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni, Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Tayang:
Istimewa
Pelaksanaan Pindapata Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar di kawasan Jalan Gunung Agung Denpasar. Rangkaian Waisak, 8 Biksu Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar Bali Gelar Pindapata, Tempuh Jarak 2,1 Km 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak delapan orang biksu dari Vihara Buddha Sakyamuni, Jalan Gunung Agung, Denpasar, Bali, menggelar tradisi pindapata pada Kamis 14 Mei 2026.

Mereka menempuh perjalanan sepanjang 2.1 km dari depan Circle K Gunung Agung menuju ke wihara.

Prosesi ini merupakan rangkaian dari Tri Suci Waisak 2570 yang puncaknya pada 31 Mei 2026 mendatang.

Prosesi ini dimulai pukul 06.00 Wita dan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan membawa berbagai makanan dan minuman di sepanjang jalan yang dilewati.

Baca juga: Thudong, 58 Bhikkhu Berangkat Dari Bali Menuju Jawa, Tempuh Jarak 666 Kilometer Selama 22 Hari

Tak hanya umat Budha saja, namun lintas agama pun ikut dalam tradisi tahunan ini.

Salah satunya Sri Nur Wahyuni, seorang mahasiswa asal Bandung juga antusias dalam acara ini.

Baginya, berbagi bukan hanya kewajiban satu umat saja, melainkan semua umat.
 
"Semua umat wajib untuk berbagi dengan tulus ikhlas dari hati, tidak harus kepada sesama agama," katanya.

Ia mengaku baru pertama kali ikut kegiatan ini, karena ia baru tinggal di Bali tahun ini.

Kebetulan ia tinggal di dekat wihara, maka ia pun ikut dalam tradisi ini dengan memberikan minuman dan makanan ringan.

Pengurus Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni, Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

"Tujuannya memberikan ruang kepada masyarakat seluas-luasnya untuk menanam kenaikan. Ini adalah hal yang dilakukan biksu di zaman Buddha menjalani kehidupan sebagai pertapa," paparnya.

Hasil dari Pindapata ini akan digunakan untuk kebutuhan para biksu, dan sisanya akan dibagikan kepada yang membutuhkan.

Selain Pindapata, berbagai kegiatan juga dilakukan serangkaian Waisak ini seperti sebulan pedalaman dhamma, puja bhakti setiap malam.

Juga ada kegiatan puasa setiap hari Purnama Tilem, workshop, dan patidana.

Salah satu biksu yang ikut Pindapata, Biksu Pabhajayo memaparkan, di zaman Buddha, kehidupan para biksu disokong oleh umat.
 
Dan saat itu, kegiatan ini dilakukan setiap pagi, dan hasilnya akan digunakan untuk keperluan selama sehari.

"Sekarang karena yang tinggal di sekitar wihara bukan hanya umat Buddha, maka ini dijadikan sebuah tradisi seperti pada momen Waisak ini," ungkapnya.

Melalui Pindapata ini, pihaknya juga berharap terjalin kebersamaan antar umat. (*)

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved