Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Waisak

Thudong, 58 Bhikkhu Berangkat Dari Bali Menuju Jawa, Tempuh Jarak 666 Kilometer Selama 22 Hari

Para Bhikkhu akan membacakan mantra saat berada di antara Pulau Bali dan Jawa sebagai bentuk pemberkatan. 

Tayang:
Istimewa
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengiringi perjalanan 58 Bhikkhu dari berbagai negara yang tergabung dalam perjalanan spiritual "Indonesia Walk for Peace" dari Bali menuju Pulau Jawa via Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Senin 11 Mei 2026. Thudong, 58 Bhikkhu Berangkat Dari Bali Menuju Jawa, Tempuh Jarak 666 Kilometer Selama 22 Hari 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 58 Bhikkhu dari berbagai negara yang tergabung dalam perjalanan spiritual "Indonesia Walk for Peace" resmi melanjutkan perjalanan mereka dari Bali menuju Pulau Jawa via Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin 11 Mei 2026. 

Adalah rombongan yang mengusung semangat perdamaian dan toleransi serta memiliki tujuan utama untuk menebarkan cinta kasih kepada semua kehidupan.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Jawa, pelepasan para Bhikkhu berlangsung khidmat di Vihara Empu Astapaka, Gilimanuk. 

Perjalanan lintas pulau ini dijadwalkan berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 7 Mei hingga berakhir pada 28 Mei 2026, dengan menempuh jarak kurang lebih 666 Kilometer.

Baca juga: 50 Bhikkhu Tempuh Jalan Damai 500 Kilometer Menuju Borobudur, Jalan Kaki Lintasi Bali ke Jawa

Ketua Panitia Koordinator Daerah Bali, PMy. Sudiarta Indrajaya menjelaskan, momen penyeberangan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. 

Selat Bali tidak dilihat sebagai pemisah, melainkan titik temu doa bagi dua pulau.

Para Bhikkhu akan membacakan mantra saat berada di antara Pulau Bali dan Jawa sebagai bentuk pemberkatan. 

Langkah pertama dimulai dari Bali dan akan terus berlanjut di Pulau Jawa sebagai satu rangkaian misi kemanusiaan. 

Meski melewati daerah dengan tradisi yang berbeda, misi utamanya tetap satu untuk menebarkan cinta kasih kepada semua kehidupan.

"Tidak harus secara fisik, namun doa, ucapan, dan pikiran jauh lebih dahsyat. Mari kita iringi perjalanan Idhe Bhikkhu untuk menggetarkan kedamaian dari Bali hingga ke Tanah Jawa," kata Sudiarta.

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung untuk menghantarkan para Bhikkhu hingga memasuki kapal Feri, menyatakan rasa hormatnya atas dedikasi para Bhikkhu. 

Ia menekankan bahwa pelaksanaan Thudong (berjalan kaki) adalah pengingat penting bagi masyarakat modern.

"Di tengah zaman yang serba cepat, masih ada yang memilih berjalan kaki dengan kesederhanaan, disiplin, dan ketenangan batin. Ini menjadi pengingat kita semua agar tidak hanya sibuk mengejar kehidupan, tapi juga menjaga hati dan pikiran tetap damai," ujar Bupati Kembang.

Dia berharap perjalanan ini mampu memperkuat ikatan persaudaraan antar umat beragama di Indonesia. 

"Astungkara, seluruh perjalanan spiritual ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan penuh rasa kedamaian," tambahnya.

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved