Pantauan Tribun Bali, proses penanganan dimulai dengan ritual matur piuning (mohon izin sebelum kegiatan) yang dipimpin seorang mangku.
Hingga sore hari, warga terus berbondong-bondong datang ke lokasi paus raksasa terdampar di Pantai Nusasari
Warga yang datang tak hanya menyaksikan paus terdampar secara langsung, namun berbelanja untuk menikmati cilok, es maupun kopi.
Seorang warga negara asing (WNA) Britania Raya berinisial AM berhasil diamankan polisi di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya
AKP I Putu Suparta mengatakan, saat ini proses penanganan paus raksasa terdampar masih belum bisa dilakukan.
Menurut informasi yang diperoleh, paus raksasa tersebut diketahui terdampar di pesisir Pantai Nusasari, Kecamatan Melaya sekitar pukul 14.00 Wita.
Mamalia laut raksasa dengan panjang sekitar 15 meter itu adalah paus sperma betina. Hanya saja, penyebab kematian masih belum bisa diidentifikasi.
Seekor mamalia laut jenis paus terdampar di pesisir Pantai Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Selasa 5 Mei 2026.
UPDATE Jembrana! Kampung Nelayan Merah Putih Direncanakan Dibentuk di Tujuh Titik
Dia berharap, ke depannya persyaratan untuk melanjutkan tahapan tersebut bakal segera menemui solusi.
Apalagi sebelumnya Jembrana sempat tercatat sebagai wilayah yang mengirim perwakilan paling banyak di tingkat nasional.
Mantan Sekretaris Camat Negara ini berharap, kedepannya program ini bisa membantu masyarakat terutama yang terkendala atau kesulitan modal
Dan hingga April kemarin tercatat sudah ada 39 orang warga Gumi Makepung yang menikmati atau menjadi penerima program tersebut
Salah satu pria yang diamankan polisi karena dugaan penyalahgunaan narkotika di Gilimanuk, AK (39) merupakan karyawan ASDP.
2 Pria Ditangkap di Rumah Kos Gilimanuk, Polres Jembrana Lakukan Gelar Perkara Khusus
Apalagi, hingga pertengahan April 2026 kemarin, jumlah positif rabies pada hewan tercatat sudah mencapai 23 kasus yang tersebar di semua kecamatan.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana mengusulkan formasi guru CPNS.
Hasilnya, percakapan tersebut disebut kesalahpahaman. Dalam penelusuran, bahasa gaul seperti "mabar ML", "saya sudah di kamar", atau "sudah siap
Diharapkan, setelah rampung jembatan tersebut mampu mendukung aktivitas ekonomi hingga pendidikan warga setempat.
Lintas instansi kemudian menggelar rapat koordinasi di Kantor Kesbangpol Jembrana, Kamis 30 April 2026 kemarin.