Napi Asal Rusia Tewas Dengan Banyak Muntahan Di Dalam Sel
Stephen sempat memeriksa keadaan korban, dan diketahui napas korban agak lemah dan mulutnya kaku.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Tahanan kasus narkotika Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar,Bali, asal Rusia, Anton Pudikov (35) meninggal di dalam sel tahanannya, di Wisma Bedugul, Selasa (23/2/2016) pukul 00.30 Wita.
Pihak kepolisian Polsek Kuta Utara masih kebingungan melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Hal ini lantaran tidak adanya Konsulat Rusia dan keluarga yang bisa dimintai persetujuan.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan kematian Anton pertama kali diketahui oleh John Harm Nijman napi asal Belanda yang satu sel dengan korban.
Saat tengah tidur, Anton dibangunkan oleh suara benda jatuh.
John pun bangun dan melihat korban tidak berada di tempat tidur.
Saat padangannya diarahkan ke lantai, John mendapati teman satu selnya tersebut telah tidur di lantai dan terdapat banyak muntahan di sekelilingnya.
John pun membangunkan Stephen H Lubbe (61) napi asal Afrika Selatan, dan memintanya untuk membangunkan korban.
Stephen sempat memeriksa keadaan korban, dan diketahui napas korban agak lemah dan mulutnya kaku.
Kata Kompol Arta, setelah mengetahui keadaan temannya tersebut, Stephen lantas mengambil sendok dan memasukkan ke mulut korban dengan maksud untuk memperlancar pernapasan.
Setelah itu, kedua orang ini mengangkat tubuh korban ke tempat tidur.
“Setelah satu jam kemudian, korban tertidur dengan posisi miring. Setelah ditengadahkan, kedua orang ini melihat hidung korban keluar darah. Melihat hal itu, Stephan mencoba memberikan napas buatan dengan cara menekan-nekan dada korban. Saat itu, kaki korban sudah dalam keadaan dingin. Mulut dan hidungnya sudah tidak ada napas lagi," ujar Kompol Arta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mayat_20150627_143110.jpg)