Ahli Konstruksi Yakin Daya Tahan Jembatan Pacung-Padpadan Capai 25 Ton
Ahli Konstruksi Proyek Jembatan Pacung-Padpadan, Rahmad mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir ketika melewati jembatan darurat tersebut.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ahli Konstruksi Proyek Jembatan Pacung-Padpadan, Rahmad mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir ketika melewati jembatan darurat tersebut.
Sebab pihaknya terus mengawasi jembatan tersebut.
Terlebih lagi, konstruksi jembatan darurat itu telah diperhitungkan secara matang.
Beban yang bisa ditahan mencapai 25 ton atau bisa dilewati 10 kendaraan sekaligus.
Baca: Potret Jembatan Pacung-Panpadan, Khawatir Jatuh, Ada Bunyi ‘Gladag-gledeg’
“Perancahnya memakai baja, kuat menahan beban 25 ton. Perancah juga telah diperkuat batu dan beton cor, jadi tak perlu risau,” ujarnya.
Terkait penyelesaian proyek Jembatan Pacung-Padpadan, Rahmad mengatakan pihaknya yakin akhir November proyek sudah beres.
Untuk mengantisipasi agar konstruksi jembatan tidak roboh lagi, pihaknya tidak lagi menggunakan tiang perancah seperti rancangan sebelumnya.
“Di bawah jembatan akan dikosongkan, tidak ada perancah. Kami akan gunakan jembatan pasang, yang materialnya beton. Selain itu, kami juga melebarkan aliran sungai, yang awalnya empat meter menjadi delapan meter. Karena itu kami yakin, November ini sudah selesai,” tandasnya. (*)