Demonstrasi di Bali
Polda Bali Jadi Sasaran Demo, 645 Personel Diterjunkan, Siapkan Soft hingga Hard Approach
Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya mengumpulkan satuan jajarannya untuk apel kesiapan pengamanan unjuk rasa
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya mengumpulkan satuan jajarannya untuk apel kesiapan pengamanan unjuk rasa yang rencananya berlangsung di Bali pada Sabtu 30 Agustus 2025.
Kantor Polda Bali di Jalan WR Supratman Kota Denpasar disebut sebagai lokasi sasaran unjuk rasa sebagaimana yang telah terjadi di wilayah Polda lain di Indonesia.
"Saya kumpulkan kita semua di tempat ini, Polda Bali juga menjadi lokasi sasaran unjuk rasa terkait unjuk rasa lain terjadi di wilayah Polda-Polda di Indonesia," kata Kapolda Bali.
Baca juga: Pasca Demo Jakarta, Spanduk Bertuliskan "Polri Biadab" Terbentang di Fasilitas Umum Denpasar
"Hari ini nanti kita akan melaksanakan pengamanan tersebut, hari ini kita selaku negara hadir, kita berada di Bali, kita memiliki kewajiban bagaimana menjaga stabilitas kamtibmas di Bali," imbuhnya.
Menurut Kapolda Bali, keamanan adalah nomor satu dan yang utama untuk menuju suatu masyarakat yang nyaman dan sejahtera khususnya di Bali.
"Hari ini kita bekerja wujudkan keamanan tersebut. Polda kita sendiri, kantor kita sendiri jadi lokasi unjuk rasa," tuturnya.
Irjen Pol Daniel berpesan agar personel yang bertugas mempedomani Standar Operasional Prosedur (SOP), aturan serta ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Gubernur Bali Koster Minta Masyarakat Demo Secara Tertib, Polisi Diharapkan Tak Timbulkan Ketegangan
"Sudah kita ketahui dan latihankan bersama, hari ini kita laksanakan itu secara langsung di lapangan," ujarnya.
Kapolda Bali menyadari bahwa karakteristik unjuk rasa yang terjadi di wilayah Indonesia cenderung berbeda, di mana kerusuhan terjadi di beberapa daerah.
"Karakteristik unjuk rasa yang terjadi di wilayah Indonesia agak berbeda, kita ada kecenderungan menuju hal-hal yang tidak baik, jadi pedomani SOP apa yang harus dikerjakan," bebernya.
Irjen Pol Daniel meminta personel pengamanan yang bertugas untuk mengutamakan tindakan persuasif, dan apabila situasi meningkat agar menunggu perintah pimpinan yang lebih tinggi.
"Kita harus siap baik dari situasi yang ringan soft approach sampai dengan nanti kalau diperlukan hard approach, meskipun kita tidak harapkan itu, tapi kita harus siap segala sesuatu, siap di segala situasi, siapkan fisik dan mental," jelasnya.
"Kenali pimpinan, kenali teman, kita banyak bergerak dalam lingkungan kelompok tidak tercerai berai dan kita harus siap hari ini akan panjang," sambung Kapolda Bali.
Dan terakhir, Kapolda Bali berpesan agar personel yang bertugas menjaga kondisi mental agar tidak mudah terpancing emosi atas kemungkinan-kemungkinan provokasi yang bisa saja terjadi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.