Anggota DPRD Tabanan Tertangkap Nyabu
Positif Narkoba Otomatis Dipecat
Terkait pemecatan jika Wirama terbukti positif menggunakan sabu-sabu, Sudikerta menjawab tegas.
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua DPD Golkar Bali, I Ketut Sudikerta, tidak berkomentar banyak terkait dengan kasus anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirama Putra, yang ditangkap setelah kedapatan konsumsi narkoba jenis sabu-sabu di sebuah kamar di Hotel Alila, Jakarta.
Bahkan Sudikerta yang awalnya berbicara lantang ketika diwawancarai terkait arahan Saber Pungli kepada kepala sekolah SMA/SMK di Bali, Kamis (15/6/2017), sontak langsung pelit berkomentar terkait ditangkapnya Wirama.
Baca: Terungkap, Nyoman Wirama Ternyata Nyabu Bareng Calon Istri Keduanya, Berkawan Bandar Narkoba
Baca: Nyoman Wirama dan Perempuan Ini Diperiksa di Kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya
Baca: Seluruh Anggota DPRD Tabanan Akan Dites Urine
“Ssttt...itu nggak boleh bicara, ya?! Karena baru datang tadi pagi, tunggu,” ujarnya sambil menoleh ke arah Tribun Bali dan langsung berjalan mau masuk ke mobilnya yang parkir di depan Gedung Inspektorat Pemprov Bali di kawasan Renon, Denpasar.
Ketika disinggung kembali saat dirinya berjalan ke arah mobilnya mengenai proses hukum Wirama jika telah ditetapkan tersangka oleh kepolisian, Sudikerta juga tidak berbicara banyak.
“Tidak, sekarang sudah rapat. Tunggu dulu,” elaknya.
Saat ditanya apakah rapat di DPC Tabanan, atau DPD Golkar Bali, Sudikerta menjelaskan bahwa ada proses hukum yang harus dijalani dan ada mekanisme sistem yang ada di AD/ART partai.
“Itu saya sudah suruh Ketua Dewan Penasihat Tabanan yang juga mantan Kepala BNNP untuk mengecek ke sana, apa benar, apa ndak, kan kita belum tahu,” ucapnya.
Terkait pemecatan jika Wirama terbukti positif menggunakan sabu-sabu, Sudikerta menjawab tegas.
“Ya, otomatis (dipecat). PAW (pergantian antar-waktu, red)? Nanti kita lihat,” kata calon Gubernur Bali ini sambil naik ke atas mobilnya.
Sementara Ketua DPD Golkar Tabanan, I Ketut Arya Budi Giri, mengatakan kejadian tersebut merupakan tamparan keras bagi Partai Golkar.
Meski demikian pihaknya masih menunggu proses hukum yang sedang dilakukan pihak kepolisian.
"Kita masih tunggu hasilnya, kalau memang benar terlibat tentu akan kita beri sanksi tegas," katanya saat dikonfirmasi, kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dprd-tabanan_20170615_171633.jpg)