Pembunuhan di Bali
Babak Baru Kasus Pembakaran 2 Pemuda di Pelabuhan Benoa Bali, 5 Pelaku Positif Narkoba
Kondisi para pelaku yang terpapar narkoba ini diduga juga menjadi faktor pemicu meningkatnya agresivitas
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penanganan kasus penganiayaan berat yang menewaskan dua pemuda di kawasan Pelabuhan Benoa memasuki babak baru, setelah seluruh pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa lima tersangka yang melakukan aksi pembakaran hidup-hidup terhadap korbannya.
Para pelaku terindikasi kuat berada di bawah pengaruh zat terlarang saat melancarkan aksi keji tersebut pada Jumat 10 April 2026 pagi.
"Daripada pelaku itu semua positif menggunakan narkotika, ada amfetamin dan bermacam-macam," tegas Kombes Pol. Leonardo David Simatupang saat memberikan keterangan terbaru mengenai perkembangan penyidikan di Mapolresta Denpasar, pada Sabtu 11 April 2026.
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pria Dibakar Hidup-hidup di Benoa Bali, Berawal Dikeroyok Sekelompok Orang
Ia menjelaskan bahwa temuan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan awal menggunakan test kit terhadap para pelaku berinisial S.A, D.H, NU, D.R, dan I.S yang diringkus tim gabungan kurang dari sepuluh jam setelah kejadian di Jalan Pelabuhan Benoa No. 7 X.
Guna memperkuat bukti secara saintifik, pihak kepolisian langsung melakukan tindakan medis lanjutan untuk memastikan kadar dan jenis narkoba dalam tubuh para tersangka.
"Kami laksanakan tes darah terhadap kelima pelaku," tambah Kapolresta.
Kondisi para pelaku yang terpapar narkoba ini diduga juga menjadi faktor pemicu meningkatnya agresivitas saat mereka melakukan serangan dua babak terhadap Egi Ramadan dan Hisam Adnan.
Sebagaimana dipaparkan dalam kronologis perkara, para pelaku mulanya melakukan pengeroyokan menggunakan tangan kosong, batu, dan balok kayu hingga kedua korban terkapar di selokan dalam kondisi lemas.
Rasa sakit hati akibat sering diganggu dan adanya ancaman pembunuhan dari korban melalui panggilan video sebelumnya membuat para pelaku gelap mata, hingga akhirnya kembali ke lokasi kejadian membawa bensin untuk membakar kedua korban yang sudah tak berdaya.
Saat ini, kepolisian terus mengumpulkan bukti pendukung termasuk hasil tes darah dan sisa barang bukti di tempat kejadian perkara untuk merampungkan berkas perkara tersebut. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Babak-Baru-Kasus-Pembakaran-2-Pemuda-di-Pelabuhan-Benoa-Bali-5-Pelaku-Positif-Narkoba.jpg)