TribunBali/

NGERI, Remaja 13 Tahun Tewas, Kepala Bersimbah Darah di Jalanan Sidakarya Denpasar

Kemungkinan saat jatuh ada pengendara lain yang kembali menabrak Faris. Kepala Faris bocor sedalam 3 cm

NGERI, Remaja 13 Tahun Tewas, Kepala Bersimbah Darah di Jalanan Sidakarya Denpasar
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Tim medis saat membersihkan jenazah Muhammad Faris (13) di ruang IGD RS Sanglah, Denpasar, Minggu (1/10/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Muhammad Faris (13), satu dari empat orang korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Sidakarya meninggal dunia di ruang IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (1/10/2017).

Kecelakaan tersebut berawal ketika Faris dan dua orang temannya yakni Maulana Putra (13) dan Fikri (12) mengendarai sebuah sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 3951 EM.

Mereka berboncengan datang dari arah Barat menuju Timur.

Baca: PVMBG: Jika Meletus, Letusan ‘Pembuka’ Gunung Agung akan Luar Biasa, Gempa akan Terasa Cukup Lama

Saat tiba di TKP (tempat kejadian peristiwa), motor yang dikendarai Faris menghantam sebuah sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi DK 4165 AV yang dikendarai Desi Maharani (13) asal Banjar Dukuh, Sidakarya yang berada di depan motor Faris.

Seketika, keempat siswa yang baru duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) tersebut pun jatuh tersungkur di atas aspal jalan.

Untuk segera mendapat penanganan medis, keempat korban pun dievakuasi ke ruang IGD RSUP Sanglah.

Akibat kecelakaan tersebut terjadi, Faris yang beralamat di Jalan Pendidikan 2, Gang Bunga ini mengalami cedera kepala berat (CKB) dan meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di IGD RSUP Sanglah.

Sedangkan ketiga korban lainnya yakni Maulana, Fikri dan Desi hanya mengalami luka lecet.

"Dari keterangan warga katanya Faris menyerempet motor yang dikendarai anak cewek itu (Desi). Sehingga mereka pun jatuh ke tengah jalan. Kemungkinan saat jatuh ada pengendara lain yang kembali menabrak Faris. Kepalanya Faris bocor sedalam 3 cm sehingga banyak mengeluarkan darah. Kejadiannya tadi sekitar pukul 12.30 wita,"ungkap Suryono, paman Faris.

Pantauan Tribun Bali, saat ini jenazah Faris sudah dipindahkan ke kamar jenazah Instalasi Forensik RS Sanglah.

Sementara Fikri dan Desi sudah diperbolehkan pulang.

Sedangkan Maulana masih mendapat penanganan di ruang IGD. (*)

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help