TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

PVMBG Sebut Jumlah Kegempaan Gunung Agung Tak Biasa, Artikan Isyarat Ini

Getaran 43 kali gempa terasa sampai di pos pantau Desa Rendang, Karangasem yang letaknya 12 km dari puncak Gunung Agung

PVMBG Sebut Jumlah Kegempaan Gunung Agung Tak Biasa, Artikan Isyarat Ini
Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin
Gunung Agung 

TRIBUN-BALI-BALI.COM, AMLAPURA - Gunung Agung telah diguncang gempa sebanyak 18.228 kali sejak Gunung Agung dinyatakan naik status jadi Waspada pada 14 September 2017 silam sampai Rabu (11/10/2017), Gunung Agung masih berstatus Awas.

Jumlah ini diperkirakan lebih besar karena sebelum dinaikkan jadi Waspada telah terjadi gempa dalam jumlah besar.

Selain itu, status Gunung Agung masih Awas dan terus diguncang gempa.

"Sejak Waspada sampai kemarin, Gunung Agung sudah diguncang 18.228 kali gempa. Itu belum termasuk sebelum dinaikkan statusnya dan perhitungan hari ini. Jadi kemungkinan akan terus bertambah," kata Kasubdit Mitigasi Gunung Api PVMBG wilayah timur Defi Kamil, Rabu (11/10/2017).

Dari jumlah gempa tersebut, 11.860 gempa di antaranya adalah gempa vulkanik dalam, 5.269 gempa vulkanik dangkal dan 1.099 gempa tektonik dangkal.

Bahkan 43 di antaranya getarannya terasa sampai di pos pantau Desa Rendang, Karangasem yang letaknya 12 km dari puncak Gunung Agung.

Gempa paling banyak terjadi pada kedalaman 5-10 km.

Menurut Kamil tingginya jumlah kegempaan tersebut menunjukan aktivitas magmatik yang sangat tinggi.

"Ini mengindikasikan energi magmatik yang sangat tinggi," kata Defi.

Jika dibandingkan dengan gunung lain, jumlah kegempaan di Gunung Agung terbilang tidak biasa.

Gunung lain, seperti Soputan, kegempaan hanya mencapai ribuan jika dihitung setelah gunung meletus.

Kamil menambahkan, sampai saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi jika diamati dari jumlah gempa yang terus berfluktiusi dan deformasi atau ukuran gunung yang terus naik.

"Kalau bicara kemungkinan atau peluang, sampai saat ini peluang untuk gunung Agung meletus masih lebih tinggi dibandingkan peluang untuk tidak meletus," kata Defi.(kompas.com)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help