TribunBali/
Home »

Bali

Benarkah Duduk Di Atas Bantal Membuat Pantat Bisulan? Ini Pendapat Jro Mangku

Di Bali kepala dipercaya sebagai hulunya tubuh, tempat menerima segala ilmu pengetahuan yang disebut dengan "Siwa Duara"

Benarkah Duduk Di Atas Bantal Membuat Pantat Bisulan? Ini Pendapat Jro Mangku
Tribun Bali/Net
Bantal Untuk Tidur 

Liputan wartawan Tribun Bali I Kadek Supriadi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jika anda menduduki bantal yang berada di tempat tidur, maka orang tua anda akan menegur dengan mengucapkan," jangan duduk di atas bantal, nanti pantat mu bisul nak."

Benarkah mitos ini terjadi? Ini penjelasanya secara singkat.

Bantal di tempat tidur adalah posisi kepala saat tidur, menjadi posisi hulu dan kaki pasti berada di hilir.

Posisi hulu merupakan posisi dari, sumber pedoman, tertinggi, terhormat, agung, utama, mengayomi, pemberi kehidupan dan sumber kehidupan.

Di Bali kepala dipercaya sebagai hulunya tubuh, tempat menerima segala ilmu pengetahuan yang disebut dengan "Siwa Duara".

Larangan tersebut, mengajarkan kita agar selalu menghorhati hulu sebagai sumber atau pedoman kehidupan.

Jro Mangku Made Pasek Subawa mengatakan, "bantal adalah tempat kita meletakan bagian terhormat dari tubuh kita yaitu kepala, tidak sepantasnya kita menduduki bantal sebagai tempat menaruh kehormatan kita."

Jadi jangan duduk di atas bantal, merupakan pelajaran mental yang ditanamkan sejak dari dulu, agar kita selalu menghormati hulu sebagai tempat terhormat dan sumber kehidupan.

Sanksi bisul atau dalam bahasa bali disebut "busul" merupakan kata yang mudah dimengerti dan gampang diingat oleh anak-anak, busul juga merupakan penyakit yang menyakitkan dan membuat penderitanya susah duduk.

Hingga saat ini belum dapat dibuktikan dengan kajian ilmiah apa hubunganya duduk di atas bantal dengan bisul, namun penjelasan di atas mengajarkan kita agar selalu menghormati hulu sebagai sumber kehidupan.(*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help