Jelang Hari Raya Kuningan Pedagang Menangis di Pasar Wangaya ‘Turunkan Barang Saya Pak’

Nyoman Dapat, salah satu pedagang yang mengaku baru berjualan tampak menangis ketika barang dagangannya diangkut.

Jelang Hari Raya Kuningan Pedagang Menangis di Pasar Wangaya ‘Turunkan Barang Saya Pak’
Tribun Bali / Hisyam Mudin
Nyoman Dapat, Salah satu pedagang tampak menangis saat barang dagangan miliknya diangkut ke mobil truk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Kamis (7/6/2018) sore kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Wangaya, Jalan Kartini, Denpasar, menangis saat barang dagangan miliknya diangkut ke mobil truk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Kamis (7/6/2018) sore kemarin.

Nyoman Dapat, salah satu pedagang yang mengaku baru berjualan tampak menangis ketika barang dagangannya diangkut.

Ia bahkan terlihat memohon kepada petugas agar barang dagangannya dikembalikan.

"Pak turunkan barang saya Pak. Saya baru dapat jualan 200 ribu Pak. Saya pedagang baru di sini. Saya tidak tahu," ujar Nyoman Dapat memohon sembari meneteskan air mata.

Kepada Tribun Bali, wanita asal Angantelu, Karangasem ini mengaku baru pertama kali berjualan di lokasi tersebut.

"Saya tidak tahu kalau di sini (bahu jalan) dilarang jualan. Baru pertama kali, tadi (kemarin, red) saya dari Gajah Mada (jalan) dan lihat di sini ramai jadi saya mampir. Saya tinggal di Karangasem, jadi PP (pulang pergi)," ujarnya sambil menangis.

Wangaya
Wangaya (Tribun Bali / Hisyam Mudin)

Selain Nyoman Dapat, sejumlah pedagang lain yang berjualan di atas trotoar kemarin pun terlihat menangis saat barang dagangan milik mereka diangkut petugas Satpol PP yang melakukan penertiban.

Rata-rata barang milik pedagang yang diangkut tersebut merupakan barang keperluan upacara untuk Hari Raya Kuningan.

Pihak Satpol PP mengklaim penertiban ini lantaran pedagang menggunakan badan jalan dan trotoar untuk berjualan, sehingga mengganggu ketertiban umum.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan penertiban ini sesuai dengan Perda Kota Denpasar nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Halaman
123
Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved