SD Widiatmika Satu-satunya SD di Bali yang Masuk Dalam Buku Terbitan Kemendikbud 2017

Menjadi satu-satunya SD di Bali yang masuk dalam Buku Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017, dengan segudang prestasinya

SD Widiatmika Satu-satunya SD di Bali yang Masuk Dalam Buku Terbitan Kemendikbud 2017
Istimewa
Para siswa SD Widiatmika 

Liputan wartawan Tribun Bali, I Kadek Supriadi

TRIBUN-BALI.COM,MANGUPURA - Sekolah Dasar (SD) Widiatmika kembali mengharumkan nama pendidikan Propinsi Bali di kancah Nasional.

Menjadi satu-satunya SD di Bali yang masuk dalam Buku Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017, dengan segudang prestasinya, yang berlokasi di jalan Raya Kampus Unud, No 1 Jimbaran Bali.

Baca: Dua Guru SMP Widiatmika Raih Juara Satu Olimpiade Guru Nasional

Dalam buku tersebut tercatat ada 12 sekolah dasar.

Sekolah Dasar Widiatmika bisa mendapatkan prestasi tersebut dikarenakan sekolah yang sudah memiliki penguatan pendidikan karakter, filoting kurikulum 2013, berbudaya mutu nasional, ditunjang dengan lab komputer, sains, bahasa, klinik dan 17 jenis extra kurikurel.

Dengan motto "Merajut ilmu sejak dini dan prinsip mendaki tanpa puncak", menyebabkan SD Widiatmika haus dengan segala prestasi.

Menerapkan kurikulum 2013 sesuai imbauan Dinas Pendidikan, SD Widiatmika mewajibkan siswanya belajar secara full day, masuk dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 15.30.

Memastikan keadaan siswa dalam bimbing para guru dan berinteraksi dengan teman sebayanya, sehingga terhindar dari pengaruh lingkungan yang tidak baik.

Para orang tua siswa pun tidak menjadi khawatir akan keadaan anaknya jika sudah berada di sekolah.

SD Widiatmika mengedepankan integritas tanpa mengabaikan aspek lainya dalam PPK yakni Religius, Nasionalis, mandiri dan gotong-royong.

Karena jika memiliki integritas yang tinggi maka aspek yang lain akan selalu mengikuti.

Kepala SD Widiatmika, Drs Nyoman Sudiatma
Kepala SD Widiatmika, Drs Nyoman Sudiatma ()

Drs I Nyoman Sudiatma selaku Kepala Sekolah, mengatakan, "kita harus meningkatakan kualitas generasi muda, dengan kurikulum 2013, agar generasi muda lebih siap menghadapi dunia kerja."

Ia juga mengungkapkan, Selasa (12/6/2018), generasi muda saat ini harus bisa mempertahankan hak lalu bersaing sehingga wacana ajeg Bali bisa terealisasi, bukan hanya sekedar wacana.

Dengan prinsip mendaki tanpa puncak, sekolah ingin menjadikan generasi sekarang untuk menjadi generasi milenial dan generasi emas Indonesia agar lebih bisa bersaing di dunia kerja nanti.

"Sesungguhnya guru tersebut merupakan tugas yang mulia jika diamalkan secara baik dan benar. Dalam hindu guru perupakan utusan wahyu yang diberikan Sang Hyang Aji Saraswati, untuk membekali dan mencerdaskan para generasi muda," tambahnya lagi.(*)

Penulis: I Kadek Supriadi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help