Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Komdigi Dorong Satgas Medsos Optimalkan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis

Berdasarkan hal itu, peran Satgas Medsos menjadi sangat strategis, mengingat besarnya jumlah pengguna media sosial di Indonesia

Tayang: | Diperbarui:
istimewa
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong Satgas Medsos untuk mengoptimalkan sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diluncurkan pemerintah pada 10 Februari 2025 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM  - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong Satgas Medsos, mengoptimalkan sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diluncurkan pemerintah pada 10 Februari 2025 lalu.

Hal ini dinilai cukup penting, mengingat besarnya jumlah pengguna media sosial (medsos) di Indonesia serta pengaruhnya yang signifikan terhadap pembentukan opini publik.

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komdigi, Marroli Jeni Indarto, melalui Ketua Tim Kelembagaan Komunikasi Pemerintah, Angki Kusuma Dewi, menyampaikan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto memiliki program Hasil Terbaik Cepat (Quick Wins), yakni untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor strategis, termasuk kesehatan. 

Baca juga: TOTAL DPK Capai Rp 9 Triliun, Dana Pihak Ketiga Tumbuh 8 Persen, Giro Perbankan Jadi Penopang

Baca juga: CATAT! Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga Akhir Tahun 2025

“Program Cek Kesehatan Gratis diluncurkan pemerintah pada Februari 2025 merupakan upaya untuk mengubah masyarakat agar lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, mempermudah akses dalam memperoleh layanan kesehatan, deteksi dini penyakit, dan memberikan penanganan secara cepat. Tujuannya ke depan dapat menciptakan generasi lebih sehat dan produktif,” ungkapnya saat memberikan sambutan dan membuka acara ‘Bimbingan Teknis Satgas Medsos: Optimalisasi Satgas Medsos dalam Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis’ di Kantor Dinas Kominfo Provinsi Bali, Rabu (24/09/2025).

Angki Kusuma Dewi menyebut, hingga 17 September 2025, Kementerian Kesehatan mencatat sekira 29,8 juta orang di seluruh wilayah Indonesia telah menjalani pemeriksaan melalui program CKG, dari lebih dari 32 juta orang yang terdaftar.

Berdasarkan hal itu, peran Satgas Medsos menjadi sangat strategis, mengingat besarnya jumlah pengguna media sosial di Indonesia serta pengaruhnya cukup signifikan terhadap pembentukan opini publik. 

Terlebih, saat ini media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana informasi, namun juga ruang edukasi dan penggerak partisipasi publik.

Konten kreatif serta narasi positif dan strategi komunikasi, secara tepat diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih peduli dan aktif mengikuti program Cek Kesehatan Gratis. 

“Kegiatan (Bimbingan Teknis Satgas Medsos) hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait CKG dan meningkatkan kemampuan teknis Bapak/Ibu dalam mengelola platform digital, yaitu media sosial sehingga ruang digital semakin bermanfaat dan inovatif, khususnya terkait CKG,” pungkas Angki Kusuma Dewi. 

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Anak Agung Ngurah Bagus Aryana dalam kesempatan yang sama menyampaikan, sebagai bagian dari upaya nasional meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit, dalam hal ini Provinsi Bali dan Kota Denpasar menjadi lokasi strategis untuk mengakselerasi sosialisasi digital program CKG. 

Oleh karena itu, sebagai simbol komunikasi dan pusat pemerintahan regional, Denpasar dapat menjadi role model dalam penguatan strategi komunikasi digital kesehatan di wilayah Indonesia bagian tengah. 

“Melalui Bimbingan Teknis Satgas Medsos ini, kami berharap pada satgas pemerintahan daerah untuk dapat mengoptimalkan media sosial sebagai sarana sosialisasi terkait program nasional Cek Kesehatan Gratis dengan cara meningkatkan pemahaman Satgas Medsos terhadap urgensi dan substansi program CKG,” ungkapnya. 

Tak kalah penting, lanjut Anak Agung Ngurah Bagus Aryana, Satgas Medsos perlu meningkatkan keterampilan dalam hal memproduksi konten narasi positif dan edukatif mengenai isu kesehatan serta melakukan penyusunan strategi komunikasi digital lintas platform, seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube guna menyosialisasikan program nasional CKG.

“Kami juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Bimbingan Teknis Satgas Media Sosial ini sebagai ruang kolaborasi berbagi praktik baik dan menyusun strategi bersama demi mewujudkan langkah dalam penguatan kapasitas komunikasi digital di bidang kesehatan, khususnya dalam mendukung keberhasilan program nasional CKG,” serunya.

Di lain pihak, Ketua Tim Kerja Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Agus Putu Agung, menyebut status kesehatan di Indonesia terdapat beban masalah kesehatan pada seluruh siklus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved