Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Komdigi Dorong Satgas Medsos Optimalkan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis

Berdasarkan hal itu, peran Satgas Medsos menjadi sangat strategis, mengingat besarnya jumlah pengguna media sosial di Indonesia

Tayang: | Diperbarui:
istimewa
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong Satgas Medsos untuk mengoptimalkan sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diluncurkan pemerintah pada 10 Februari 2025 lalu. 

Angka stunting di Indonesia tercatat sebesar 21,5 persen. Di lain sisi, banyak remaja mengalami anemia, terutama perempuan di mana jumlahnya mencapai 15,6 persen.

Selain itu juga terdapat 34,9 persen remaja mengalami masalah kejiwaan. Adapun di kalangan dewasa dan lanjut usia (Lansia), angka obesitas mencapai 23,4 persen, hipertensi 30,8 persen, dan gula 24,3 persen.

Sementara di Bali, sebanyak 726 dari 9913 orang atau 7,3 persen calon pengantin perempuan mengalami anemia. Menurut Agus Putu Agung, kondisi calon ibu yang tidak sehat akan melahirkan bayi tak sehat pula. 

“Demikian juga dengan gizi calon pengantin perempuan yang kurang, di mana sebanyak 381 orang dari 9.913 atau sebesar 3,8 persen kekurangan gizi. Kondisi ini tidak bisa menghasilkan janin yang baik,” tambahnya, saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis Satgas Medsos: Optimalisasi Satgas Medsos dalam Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis.

Dengan data-data riil tersebut, Agus Putu Agung bilang, semua pihak bisa tahu persoalannya sehingga dapat dibuat kebijakan untuk menentukan intervensi apa yang perlu dilakukan. 

Sementara, capaian angka Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Bali sendiri per 22 September 2025, yakni CKG total dari target 4.433.262 orang, baru terealisasi sebesar 240.931 atau 5,43 persen. Sedangkan untuk CKG anak sekolah dari target 676.831 orang, sejauh ini baru tercapai 137.378 atau 20,29 persen.

“Tantangan dan masalah yang kita hadapi, di antaranya rendahnya minat masyarakat dan siswa untuk periksa kesehatan. Harapannya Satgas Medsos mampu mengajak awareness dari para penduduk Bali untuk memeriksakan diri minimal setahun sekali,” kata Agus Putu Agung.

Sementara itu, praktisi media sosial, Adi Nugroho, mengutarakan Satgas Medsos perlu melakukan diversifikasi informasi dalam membuat konten. Diversifikasi informasi merupakan pendekatan komunikasi yang menyajikan beragam sudut pandang, perspektif, dan format konten untuk memastikan audiens menerima gambaran utuh, objektif, dan seimbang tentang suatu kebijakan atau program pemerintah.

“Diversifikasi informasi berperan, untuk meminimalkan risika confirmation bias, meningkatkan kredibilitas pesan pemerintah serta mengajak publik berpikir lebih kritis dan terbuka terhadap isu yang sedang dibahas,” jelasnya, ketika memberikan paparan dalam Bimbingan Teknis Satgas Medsos: Optimalisasi Satgas Medsos dalam Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis.

Diversifikasi informasi ini, menurut Adi Nugroho sangat penting untuk menyampaikan pesan supaya audiens semakin paham. Di lain sisi, Satgas Medsos juga perlu membuat variasi konten menarik dan mencegah kebosanan audiens.  (ADV/HENDRA) 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved