8 WBP Asing di Lapas Kerobokan Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

Pihaknya menyatakan, para WNA yang mendapat remisi karena telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

8 WBP Asing di Lapas Kerobokan Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ilustrasi - Salat Id di Lapas Kerobokan, Badung, Bali, Jumat (17/7/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usulan remisi Hari Raya Idul Fitri juga akan diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) asing penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Badung.

Dari 300 orang WBP muslim yang diusulkan mendapat remisi, delapan orang diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) beragama Islam.

Delapan WNA itu adalah Khuram Antonio Khan Garcia (Inggris), Muhammad Faliq Bin Nordin (Singapura), Khelifa Larbi (Algeria), Ahmad Fazlin Bin Musa (Malaysia), Simon Adrian Chadwick (Inggris), Mohamad Azzren Bin Muhammad Arif (Malaysia), Muhammed Kherici (Algeria) dan Mohamad Mashran (Malaysia).

"Para WNA itu mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri dengan potongan masa tahanan 15 hari sampai satu bulan," jelas Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Tonny Nainggolan saat dihubungi.

Pihaknya menyatakan, para WNA yang mendapat remisi karena telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

Diantaranya, telah menjalani pidana minimal enam bulan.

Selain itu, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lapas.

Pemberian remisi hari raya ini merupakan bentuk penghargaan kepada para penghuni yang berkelakuan baik.

Remisi adalah hak para warga binaan.

Jadi kategori mendapatkan remisi, harus berkelakuan baik, turut serta dalam program, dan paling tidak sudah menjalani masa hukuman enam bulan," terangnya. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help