Niat Berobat di RSUP Sanglah, Nyawa Balita 5 Tahun Tak Tertolong saat Dalam Pesawat

Yohanes P Duka meninggal saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Niat Berobat di RSUP Sanglah, Nyawa Balita 5 Tahun Tak Tertolong saat Dalam Pesawat
KOMPAS.com
Ilustrasi anak 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Balita lima tahun bernama Yohanes P Duka asal dikabarkan meninggal dunia di dalam pesawat saat penerbangan dari Kupang ke Denpasar, Bali.

Dari informasi yang didapat, korban bersama ayahnya menaiki pesawat untuk berobat di Denpasar, sekitar pukul 15.27 WITA.

Korban diperkirakan meninggal, saat pesawat terbang di wilayah Waingapu.

Bersama sang ayah, bocah ini diterbangkan ke Bali untuk kepentingan pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar.

Kondisi sakit korban sebelum melakukan penerbangan ini, dinyatakan dalam keterangan layak terbang penumpang orang sakit No. SR.05.02/3/1299/2018 dari dokter pemeriksa dr Fany Angelia Djubida, dengan diagnosa Megacolon Congenital (penyumbatan pada usus besar),” ucap sumber di lingkungan Bandara Ngurah Rai, Senin (10/9/2018) sore.

Sesaat sebelum mengembuskan nafas, korban mengalami kesakitan di tubuhnya.

Sebelum dinyatakan meninggal, korban menunjukan gejala awal, yakni seperti merasa kesakitan pada tubuhnya.

Kepala Bagian/SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit membenarkan atas kejadian tersebut.

Baca: Lina Bersama Pria Berkacamata Pamer Tawa Bahagia, Sule Malah Doakan Begini

Yohanes P Duka meninggal saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang.

“Memang benar, jenazah tiba di forensik Sanglah sekitar pukul 17.55 WITA. Ia meninggal di pesawat menuju Bali untuk kepentingan berobat,” kata Alit saat dikonfirmasi Tribun-Bali.com, Senin (10/9/2018) malam.

Lanjut Alit, informasi yang didapat dari keluarga, balita limat tahun tersebut memiliki riwayat penyakit pencernaan.

Pihak rumah sakit Sanglah pun sudah melakukan pemeriksaan luar pada jenazah Yohanes pada malam hari.

Hasilnya, bocah tersebut sudah meninggal sekitar 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, riwayat yang dikatakan keluarga ada penyakit pencernaan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help