Gede Robi Kisahkan Filosofi Kapal Bumi dalam Album Baru Navicula 'Earthship'

Unit green grunge Bali, Navicula, yang belum lama ini tour ke Eropa kembali meluncurkan album ke-9 bertajuk Earthship

Gede Robi Kisahkan Filosofi Kapal Bumi dalam Album Baru Navicula 'Earthship'
Istimewa/Putu Dejapu
Navicula luncurkan album Earthship. (Istimewa/Putu Dejapu) 

TRIBUN-BALI.COM - Unit green grunge Bali, Navicula, yang belum lama ini tour ke Eropa kembali meluncurkan album ke-9. Sebagaimana album sebelumnya, Navicula masih banyak berbicara isu sosial dan lingkungan pada album yang digarap sejak tahun lalu ini.

“Dinamika panjang banget ya, karena semua proses untuk Earthship sendiri sudah dari tahun lalu kami kerjain, tapi nyicil. Sebenarnya album ini sudah rilis 1 Oktober (2018) kemarin kan, itu kami lewat spotify dan kami ngadain promosinya di tur Eropa kemarin, enam negara,” ujar vokalis Navicula, Gede Robi.

Di album yang diproduseri oleh Yayasan Manik Bumi ini, Navicula menyuguhkan 10 lagu yang bercerita mengenai lingkungan, kritik sosial, pluralisme, dan situasi politik di Indonesia. Mereka mengambil judul Earthship yang artinya kapal bumi.

“Judulnya Earthship, kapal bumi, karena Navicula sendiri dalam bahasa Latin artinya kan kapal. Cover-nya ada ibu yang lagi menyusui, simbolnya ada Ibu Pertiwi. Berarti ini harus erat kaitannya dengan ibu bumi,” tutur Robi.

Dalam peluncuran album ini, mereka juga merilis video klip kedua dari album Earthship yang berjudul “Di Depan Layar” yang disutradarai Erick Est. Sebagian gambar pada video klip diambil saat mereka sedang melakukan tur di Australia, November 2017 lalu.

Di sela-sela konser yang digelar Sabtu (10/11/2018) lalu itu, Navicula juga membagikan video perjalanan selama tur di Eropa 3 - 17 Oktober lalu. Ada beberapa kota yang mereka kunjungi di enam negara, yaitu Jerman, Austria, Slovakia, Hungaria, Polandia, dan Republik Ceko.

“Awalnya karena ada undangan dari Pasar Hamburg. Lalu Navicula mengambil kesempatan ini dengan menambah durasi tur dengan bermain di lima negara Eropa lainnya,” lanjutnya.

Selain rekaman konser dan keadaan mereka di sana, pada video juga direkam saat melakukan diskusi tentang sampah plastik yang sudah sangat mengkhawatirkan di Indonesia.

Untuk diketahui, selepas kehilangan Made Indra, Navicula sudah menggandeng Khrisna sebagai pembetot bass. Namun sebelum album ini resmi diluncurkan, Navicula belum mengumumkan secara resmi tentang bassist pengganti.

“Karena launching album ini memang untuk Made, kami fokus di situ aja. Tapi kami memang rencana, habis album ini ke luar, kami mau umumkan Khrisna,” jelasnya.

Album Navicula ke-9 ini adalah karya terakhir Made Indra yang selesai direkam oleh almarhum tepat sehari sebelum kecelakaan yang menimpanya pada 24 Meret 2018 lalu.

Di album ini, semua part bass sudah diisi oleh Made. Semua itu sudah mulai dikerjakan sebelum ia dan personel Navicula lainnya melakukan tur ke Australia.

“Jadi ini semacam kami kasih monumental terakhir untuk Made. Itu video klip kami yang terbaru, itu sengaja kami pilih yang ada footage-nya Made karena kami tur Australia masih sama Made,” jelas Robi. (*)

Penulis: Ida Ayu Suryantini Putri
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved